Harga Emas Menguat Usai Selat Hormuz DibukaHarga Emas Menguat Usai Selat Hormuz Dibuka

Aksi Borong Emas Terus BerlanjutAksi Borong Emas Terus Berlanjut

Share
Share

BEIJING, Detiktoday.com – Aksi borong emas oleh Bank Sentral terus berlanjut. Pada Mei 2026, People’s Bank of China (PBOC) kembali menambah cadangan emasnya, memperpanjang tren akumulasi yang telah berlangsung selama 19 bulan berturut-turut di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tekanan pada harga logam mulia.

Dikutip dari TradingView, data People’s Bank of China (PBOC) yang dirilis pada Minggu (7/6/2026) menunjukkan cadangan emas negara itu meningkat sekitar 320.000 ons troi menjadi 74,96 juta ons troi pada akhir Mei, naik dari 74,64 juta ons troi pada akhir April.

Tambahan tersebut memperpanjang tren pembelian emas tanpa jeda selama 19 bulan berturut-turut, sekaligus menjadi periode akumulasi emas terpanjang setidaknya sejak 2015, ketika bank sentral China mulai secara rutin mempublikasikan data cadangan emasnya.

Secara keseluruhan, cadangan emas China saat ini setara dengan sekitar 2.331 ton, menegaskan posisi negara tersebut sebagai salah satu pemegang emas terbesar di dunia.

Meski jumlah kepemilikan emas meningkat, nilai cadangan emas China justru turun menjadi US$ 340,75 miliar pada akhir Mei dari US$ 344,17 miliar pada April. Penurunan tersebut sejalan dengan melemahnya harga emas dunia dalam beberapa bulan terakhir.

Harga emas tercatat mengalami penurunan pada Mei, menandai bulan ketiga berturut-turut logam mulia tersebut berada di zona negatif setelah sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) pada akhir Januari lalu.

Harga emas tercatat ditutup ambrol 3,26% ke level US% 4.329,33 per ons troi pada perdagangan Jumat (5/6/2026), menyentuh level terendah sejak Desember 2025. Tidak hanya itu, harga emas dunia menghapus seluruh keuntungan yang telah dibukukan sepanjang tahun ini dan berbalik turun 0,4% secara year to date (ytd), mengingat pada 1 Januari 2026 harga emas berada di level US$ 4.348 per ons troi.

Investing melaporkan, tekanan terhadap emas dipicu oleh kekhawatiran inflasi yang masih tinggi serta ekspektasi bahwa suku bunga global, khususnya di Amerika Serikat (AS), akan bertahan pada level tinggi lebih lama. Kenaikan imbal hasil obligasi membuat aset tanpa imbal hasil seperti emas menjadi kurang menarik bagi sebagian investor.

Penopang Pasar Emas

Share