
Detiktoday.com – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Tuti Turimayanti, menegaskan perlunya penguatan literasi demokrasi di kalangan pelajar saat menghadiri kegiatan pembinaan di SMKN 4 Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, pada 7 November 2025. Kegiatan tersebut menjadi ajang dialog antara wakil rakyat dan siswa mengenai peran generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.
Dalam paparannya, Tuti menyampaikan bahwa pendidikan demokrasi bukan sekadar mempelajari sistem pemerintahan, tetapi juga proses untuk membentuk karakter pelajar yang mampu berpikir jernih, menghargai perbedaan pendapat, dan memahami hak serta kewajiban sebagai warga negara.
“Sekolah adalah ruang pertama bagi anak muda untuk mengenal praktik-praktik demokratis. Di sinilah nilai toleransi, diskusi sehat, dan keberanian menyampaikan pendapat mulai dibangun,” ujarnya di depan para siswa.
Tuti juga mengingatkan bahwa derasnya arus informasi melalui media digital menuntut pelajar memiliki kemampuan literasi yang kuat. Ia menilai, di tengah era banjir informasi, generasi muda harus mampu menyaring konten yang benar dan menghindari penyebaran informasi menyesatkan.
“Banyak tantangan baru muncul di era digital, dari hoaks hingga polarisasi. Pelajar perlu membekali diri dengan kemampuan literasi digital agar tidak mudah terprovokasi,” jelasnya.
Selain membahas isu literasi demokrasi, Tuti memaparkan peran DPRD dalam proses legislasi, penyusunan anggaran, dan pengawasan jalannya pemerintahan daerah. Dengan memahami tugas lembaga legislatif, ia berharap para siswa dapat lebih menyadari bahwa demokrasi memerlukan partisipasi semua pihak, termasuk generasi muda.
Dalam sesi tanya jawab, sejumlah siswa menyampaikan pertanyaan mengenai isu politik, proses pemilu, dan pentingnya keterlibatan pemuda dalam pembangunan daerah. Tuti menjawab setiap pertanyaan dengan rinci sekaligus mendorong siswa untuk tetap aktif mengikuti perkembangan isu publik.

Ia juga mendorong pihak sekolah untuk memperkuat kegiatan-kegiatan yang mendorong budaya demokratis, seperti organisasi siswa, debat, kegiatan kepemimpinan, dan wadah diskusi. Menurut Tuti, keterlibatan di organisasi sekolah dapat menjadi bekal penting bagi pelajar ketika kelak terjun dalam kehidupan bermasyarakat.
Menutup kegiatan, Tuti mengingatkan bahwa generasi muda memegang peran strategis dalam merawat masa depan demokrasi Indonesia.
“Demokrasi akan kuat jika dijaga oleh warganya. Dan kalian, sebagai generasi penerus, memiliki peran besar dalam itu,” pungkasnya.
DPRD Jabar, lanjutnya, akan terus mendukung penguatan pendidikan demokrasi di sekolah-sekolah sebagai bagian dari upaya mencetak generasi yang kritis, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi bangsa.
Leave a comment