
Detiktoday.com – Pemerintah Qatar mulai mengaktifkan kembali sebagian wilayah udaranya setelah sebelumnya ditutup selama beberapa hari. Penutupan tersebut dilakukan menyusul meningkatnya ketegangan regional akibat serangan dari Iran di tengah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel yang kini telah memasuki hari ketujuh.
Sebelumnya, negara di kawasan Teluk itu menghentikan seluruh aktivitas penerbangan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan penerbangan sipil. Keputusan pembukaan sebagian ruang udara diumumkan oleh Qatar Civil Aviation Authority, seperti dilaporkan oleh Al Jazeera pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Otoritas penerbangan menyampaikan bahwa operasional penerbangan akan dilakukan melalui jalur navigasi darurat yang telah disiapkan sebelumnya. Pengoperasian ini masih dilakukan secara terbatas dan berada di bawah koordinasi dengan angkatan bersenjata Qatar.
Meski begitu, layanan penerbangan komersial reguler yang keluar dan masuk ibu kota Doha masih belum sepenuhnya dibuka. Untuk sementara, aktivitas penerbangan hanya diperuntukkan bagi misi evakuasi penumpang serta pengangkutan kargo udara.
Pihak berwenang juga mengimbau calon penumpang agar terus memantau informasi terbaru dari maskapai sebelum berangkat menuju bandara. Maskapai nasional Qatar Airways menyatakan berencana menjalankan sejumlah penerbangan repatriasi pada 7 Maret dari Hamad International Airport.
Penerbangan tersebut dijadwalkan menuju beberapa kota besar di Eropa seperti London, Paris, Madrid, Rome, dan Frankfurt. Maskapai akan memprioritaskan penumpang yang sebelumnya tertahan di bandara serta penumpang lanjut usia.
Selain itu, prioritas juga diberikan kepada mereka yang memiliki kebutuhan perjalanan mendesak, termasuk alasan medis maupun kemanusiaan. Sebelumnya, Qatar menutup ruang udaranya pada 28 Februari setelah situasi keamanan di kawasan dinilai meningkat.
Ketegangan tersebut turut memengaruhi sektor penerbangan di wilayah Teluk. Sejak konflik dimulai, lebih dari 2.000 penerbangan dilaporkan dibatalkan di Bandara Internasional Hamad.
Secara keseluruhan, perusahaan analisis penerbangan Cirium mencatat sekitar 23.000 penerbangan di kawasan itu telah dibatalkan sejak akhir Februari. Saat ini, sejumlah bandara dan maskapai di wilayah Teluk mulai berupaya memulihkan operasional secara bertahap di tengah kondisi keamanan yang masih belum stabil.
Leave a comment