JAKARTA, Detiktoday.com – Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI anjlok 4.94% ke Rp 3.270 pada perdagangan Selasa (22/4/2026) kemarin bertepatan dengan ex date dividen final perseroan.
Sebanyak 398,24 juta saham BBRI diperdagangkan, frekuensi 94.872 kali, dan nilai transaksi Rp 1,30 triliun. Investor asing membukukan net sell di saham Bank Rakyat Indonesia Rp 175,93 miliar.
Lalu bagaimana pergerakan saham BBRI selanjutnya?
CGS International Sekuritas dalam analisisnya untuk perdagangan Rabu (22/4/2026) melihat batas bawah atau support pertama saham BRI di level 3.233 dan support kedua 3.197.
Apabila bergerak ke atas, CGS menaksir resistance pertama BBRI pada 3.303 serta resistance kedua 3.337.
Sebelumnya pada perdagangan Senin (20/4/2026) saat cum date dividen perseroan, saham BBRI naik tipis 0,29% disertai dengan net sell asing Rp 141,38 miliar.
Saham BRI selalu membukukan net sell asing sejak 15 April sampai 21 April kemarin.
Dalam sepekan, saham ini merosot 5,49% dengan net sell investor asing bertubi-tubi Rp 1,54 triliun.
Adapun sepanjang tahun berjalan alias year to date (ytd), level terendah saham Bank Rakyat Indonesia pada 3.220 pada 7 April 2026. Dan itu juga merupakan level ternedah saham BBRI dalam lima tahun terakhir.
Tentu harga saham BBRI di Rp 3.270 tentu kian dekat ke level terendahnya yang krusial dalam beberapa tahun terakhir.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI akan membagikan dividen final tahun buku 2025. Jumlah dividen tunai yang akan dibayarkan kepada pemegang saham BRI (BBRI) sebesar Rp 31,47 triliun atau sebesar Rp 209 per saham.
Dengan demikian, yield dividen final BBRI pada 6,07% (mengacu harga saham BBRI pada penutupan cum date).
Tanggal daftar pemegang saham yang berhak 22 April. Dan pembayaran dividen 8 Mei.