Pakar Optimis Harga Emas Bisa Naik Kencang Segini

Harga Emas Anjlok dari Level US$ 4.800, Ini Penyebabnya

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.comHarga emas dunia telah merosot lebih dari US$ 100 dalam perdagangan intraday pada hari Selasa (21/4/2026), merosot dari pembukaan US$ 4.842 per troy ouns ke sekitar US$ 4.700 per troy ons.

Dikutip dari Kitco News, Rabu (22/4/2026) analis emas, sekaligus CEO & executive producer The gold ForecastGary Wagner mengungkapkan bahwa harga emas merosot karena penguatan dolar AS dan meningkatnya kekhawatiran inflasi yang terkait dengan dampak konflik di Iran.

Menurutnya, aksi jual emas juga menggarisbawahi ketegangan yang semakin meningkat pada pasar logam mulia, yaitu krisis geopolitik dan meningkatnya ekspektasi pengetatan moneter yang membuat emas kurang menarik.

Laporan Yahoo! Finance juga menyebut, kenaikan indeks Dolar AS yang tinggi meninmbulkan ketidakpastian berapa lama harga emas akan bertahan di atas ambang batas US$ 4.800 per troy ons.

“Minggu depan akan dipenuhi data ekonomi, yang dapat memperkuat volatilitas (harga emas). Ada beberapa katalis yang akan datang; yaitu data ketenagakerjaan ADP pada hari Selasa, klaim pengangguran awal dan angka PMI April pada hari Kamis, dan laporan ekspektasi inflasi April dari Universitas Michigan pada hari Jumat,” kata Wagner.

Ia juga menyebut, data inflasi AS yang positif dapat memperdalam penurunan harga emas, karena Federal Reserve mendapat ruang yang luas untuk mempertahankan atau menaikkan suku bunga.

Data CME Group kini menunjukkan probabilitas sebesar 99,5% bahwa suku bunga The Fed akan bertahan di 3,50-3,75%.

Share