JAKARTA, Detiktoday.com – World Gold Council (WGC) mengungkapkan minat tabungan emas untuk menjalankan ibadah haji.
WGC menyoroti, portofolio tabungan untuk dana haji umumnya dialokasikan sekitar separuhnya ke sukuk, 10-20% ke saham berbasis syariah, serta 10-20% ke properti dan aset lainnya.
Sedangkan, ketidakpastian global menciptakan pasar yang fluktuatif sehingga dapat berdampak terhadap dana tabungan ini.
Temuan badan tersebut mengungkapkan, alokasi tabungan emas berada dalam jumlah moderat (5-15%), untuk meningkatkan imbal hasil yang disesuaikan dengan risiko (risk-adjusted returns), mengurangi tingkat penurunan (drawdown) saat pasar tertekan, serta memperkuat ketahanan modal dalam jangka panjang.
“Karakteristik ini menjadikan emas sebagai aset yang sangat bernilai bagi portofolio dana haji,” ungkap Ketua Riset Senior APAC di WGC, Marissa Salim dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (24/4/2026).
Namun, WGC mencatat, alokasi tabungan dana ibadah haji ke emas masih sangat minim, atau bahkan belum ada sama sekali.
“Padahal emas memiliki peran fundamental sebagai penyimpan nilai (store of value), aset yang likuid, dan stabilisator portofolio. Sehingga emas bisa menjadi strategis andal untuk melindungi dana ibadah haji dari volatilitas pasar,” tutur Salim.
WGC memaparkan, biaya ibadah haji didenominasikan dalam riyal Arab Saudi (yang dipatok terhadap dolar AS), sementara harga emas global juga dipatok dalam dolar AS.
“Hal ini semakin menegaskan fungsi emas sebagai lindung nilai alami yang dapat membantu menyelaraskan nilai aset dengan kewajiban masa depan sekaligus meminimalkan risiko mata uang di tengah ketidakpastian pasar dan geopolitik,” imbuhnya.