Harga Emas Menguat Usai Selat Hormuz DibukaHarga Emas Menguat Usai Selat Hormuz Dibuka

Kisi-Kisi Harga Emas Pekan Depan TerkuakKisi-Kisi Harga Emas Pekan Depan Terkuak

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Arah pergerakan harga emas pekan depan diperkirakan masih berada dalam fase konsolidasi dengan volatilitas tinggi, seiring pasar global menunggu serangkaian keputusan suku bunga bank sentral utama dunia serta perkembangan geopolitik yang belum mereda.

Dikutip dari Kitco, sepanjang pekan ini, harga emas dunia tercatat bergerak dua arah secara tajam. Harga emas sempat menyentuh level tertinggi sekitar US$ 4.830 per ons troi, sebelum terkoreksi ke area US$ 4.672 per ons troi, dan akhirnya ditutup di atas US$ 4.709, 25 per ons troi pada perdagangan Jumat (24/4/2026).

Meski sempat pulih di akhir pekan, emas gagal mempertahankan tren kenaikan empat minggu berturut-turut. Sebab, dalam sepekan ini, harga emas tercatat turun 3,26%.

Tekanan utama datang dari penguatan dolar Amerika Serikat (AS), kenaikan imbal hasil obligasi, serta ekspektasi bahwa suku bunga global akan bertahan tinggi lebih lama. Kondisi ini menekan daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil.

Di sisi lain, faktor geopolitik masih menjadi penopang sekaligus sumber volatilitas. Ketegangan di kawasan Timur Tengah, termasuk gangguan jalur pelayaran di Selat Hormuz, kembali memicu lonjakan harga minyak dan memperkuat kekhawatiran inflasi global.

Namun, pasar juga mulai memasuki fase ‘wait and see’. Pelaku pasar, baik Wall Street maupun Main Street, terlihat menepi dan cenderung ragu menentukan arah setelah harga emas gagal melanjutkan reli.

“Wall Street dan investor ritel sama-sama tidak yakin arah emas dalam waktu dekat,” demikian rangkuman survei mingguan Kitco News, yang menunjukkan sentimen terbelah antara kenaikan, penurunan, dan konsolidasi.

Kunci Arah Emas

Share