BERITA POPULER: Gejolak Harga Emas Perhiasan dan Antam (ANTM) hingga BUMI Dihajar Asing

BERITA POPULER: Prediksi Harga Emas Antam (ANTM) hingga Dinamika Emas Perhiasan

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Sebagai media online yang kredibel di bidang ekonomi, terutama investasi dan keuangan, Detiktoday.com telah menjadi inspirasi bagi banyak orang dalam berinvestasi. Berikut 5 berita paling populer hingga Minggu (26/4/2026):

1. Harga Emas Antam (ANTM) Siap-siap Bakal Begini

Harga emas batangan PT Antam Tbk (ANTM) diprediksi bergerak ke kisaran ini dalam sepekan depan.

Pengamat pasar komoditas, Ibrahim Assuaibi memproyeksi harga emas Antam (ANTM) masih rentan terkoreksi di support ini. Meski demikian, peluang harga emas Antam (ANTM) menguat tetap terbuka di resisten di level ini.

Dipantau dari laman Logam Mulia, harga emas Antam (ANTM) pada awal pekan, Senin (20/4/2026), anjlok sebesar Rp 44.000 ke level Rp 2.840.000 per gram. Namun, pada Selasa (21/4), harga emas Antam melesat sebesar Rp 40.000 menjadi Rp 2.880.000 per gram.

2. Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 26 April 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan terpantau bertahan serentak di Raja Emas Indonesia dan Hartadinata Abadi, sedangkan Laku Emas malah turun pada Minggu pagi, 26 April 2026.

Dengan tren yang terus bergerak dinamis, calon pembeli maupun investor emas perhiasan disarankan untuk terus memantau harga agar bisa mengambil keputusan terbaik, baik untuk membeli maupun menjual emas.

Cek daftar harga emas perhiasan berdasarkan data dari Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai kadar karat pada Minggu (26/4/2026) di sini.

3. Aksi Beli Emas Mulai Direm

Tren aksi beli emas mulai melambat di tengah gejolak geopolitik yang mengguncang pasar komoditas logam mulia, terutama pergerakan harga emas.

Dikutip dari Mining.com, Minggu (26/4/2026), perlambatan aksi beli emas salah satunya terjadi di Swiss, di mana bank sentral negara itu menyatakan tidak berencana untuk mengubah tingkat cadangan emas.

Langkah tersebut diumumkan oleh Ketua Dewan Direksi Bank Nasional Swiss (SNB), Martin Schlegel, dalam rapat pemegang saham bank sentral pekan ini.

4. Lebih Dalam soal BBCA, Muncul Target Harga Baru

Saham PT Bank Sentral Asia Tbk (BBCA) atau BCA tengah mengalami tekanan jual hebat, terutama oleh investor asing. Lantas, bagaimana prospek BBCA sebenarnya? Muncul target harga baru saham BBCA.

BBCA mencatatkan laba bersih Rp 14,7 triliun pada kuartal I-2026 (1Q26), tumbuh 4% qoq atau naik 4% yoy. Kinerja tersebut didukung oleh kuatnya pendapatan berbasis biaya (fee income) serta efisiensi biaya operasional (opex).

5. Ujian Berat bagi Saham BBRI

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI menjadi salah satu yang banyak diobral oleh investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam sepekan terakhir atau selama 20-24 April 2026.

Nilai transaksi jual bersih (net sell) asing pada saham BBRI selama sepekan terakhir mencapai Rp 1,8 triliun. Penjualan terjadi di pasar reguler BEI selama periode tersebut, berdasarkan data Stockbit Sekuritas yang diakses pada Minggu (26/4/2026).

Net sell asing pada saham BBRI merupakan terbesar kedua, setelah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Net sell asing pada saham BBCA sebesar Rp 2,38 triliun.

Share