Ketika Para Whale dan Michael Saylor Justru Borong Bitcoin (BTC) Rp 43 Triliun

Harga Bitcoin (BTC) Jatuh Lagi, Pasar Kripto Dihantui KetidakpastianHarga Bitcoin (BTC) Jatuh Lagi, Pasar Kripto Dihantui Ketidakpastian

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.comHarga Bitcoin (BTC) jatuh lagi pada Rabu (29/4/2026) pagi, setelah gagal menembus resistance kuat di kisaran US$ 80.000. Tekanan datang dari kombinasi faktor geopolitik, kondisi makroekonomi, serta sinyal beragam dari data teknikal dan on-chain.

Berdasarkan data CoinMarketCap pukul 07.00 WIB, kapitalisasi pasar kripto global jatuh 0,94% menjadi US$ 2,55 triliun. Harga Bitcoin (BTC) hari ini anjlok 1,27% ke US$ 76.327 per koin atau sekitar Rp 1,31 miliar (kurs Rp 17.251).

Indeks CoinDesk 20 yang mencerminkan pergerakan 20 aset kripto terbesar ambles 0,89%. Dengan Ethereum melemah 0,5% ke US$ 2.288, Binance (BNB) terpangkas 0,34% ke US$ 623, Solana (SOL) terpukul 1,01% ke US$ 83,81, XRP terkoreksi 1,42% ke US$ 1,37, dan Dogecoin (DOGE) melemah 0,01% ke US$ 0,099.

Dikutip dari TradingView, pelemahan Bitcoin (BTC) terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian global, terutama terkait belum jelasnya pembukaan kembali jalur strategis Selat Hormuz serta kekhawatiran terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS).

Secara teknikal, pergerakan Bitcoin saat ini berada dalam ‘zona terjepit’ antara level resistance dan support penting. Setelah sempat reli sekitar 30% dari bawah US$ 60.000 sejak awal Februari, laju kenaikan tertahan di area US$ 78.000 – 80.000 yang menjadi zona jual kuat.

Level tersebut bertepatan dengan indikator 20-week exponential moving average (EMA), yang memperkuat posisinya sebagai resistance utama.

Pendiri MN Capital, Michael van de Poppe, menyebut kondisi ini sebagai pola yang wajar menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC). “Bitcoin menyentuh zona resistance di US$ 79.000 dan kini bergerak konsolidasi. Saya melihat pasar masih berpotensi menguat dalam periode mendatang,” ujarnya.

Di sisi bawah, Bitcoin menguji support penting di kisaran US$ 75.500, yang juga berimpit dengan indikator 20-day EMA, 100-day EMA, serta garis tren bawah dari pola ascending channel.

Data on-chain dari Glassnode menunjukkan level US$ 78.000 menjadi area resistance kuat karena terdapat akumulasi sekitar 335.650 BTC di harga tersebut. Sementara itu, area US$ 75.500 menjadi support kunci dengan akumulasi sekitar 298.560 BTC.

Selain itu, terdapat potensi tekanan lanjutan di kisaran US$ 82.000 – 84.000 akibat overhang pasokan, sementara support kuat berikutnya berada di area US$ 65.500 – 67.000.

Pasar Belum Solid

Share