JAKARTA, Detiktoday.com – Pemerintah melakukan stabilisasi harga jagung di tingkat peternak yang telah melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) Rp 5.800 per kilogram. Total jagung pakan yang disalurkan dalam rogram Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mencapai 242 ribu ton.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah menugaskan Perum Bulog untuk menyalurkan bantuan tersebut, setelah proses verifikasi data penerima bersama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian rampung.
“Kami melaporkan bahwa seiring kenaikan harga jagung di tingkat peternak dan panen raya mungkin sebagian sudah selesai, Bapanas sudah menugaskan Bulog untuk penyaluran SPHP jagung dan tentunya minggu ini mudah-mudahan bisa segera tersalurkan,” ungkap Direktur SPHP Bapanas Maino Dwi Hartono dalam keterangan tertulis, Rabu (29/4/2026).
Total alokasi penyaluran mencapai 242 ribu ton hingga akhir 2026, dengan sasaran lebih dari 5.000 peternak skala mikro, kecil, dan menengah di 26 provinsi. Jumlah ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencakup 17 provinsi.
“Targetnya ada 242 ribu ton. Kemarin yang terdaftar ada di 26 provinsi. Tentu ini cukup besar dibanding tahun sebelumnya yang hanya 17 provinsi,” ujar Maino.
Pada tahap awal, penyaluran diperkirakan mencapai 213,1 ribu ton, sementara sisa sekitar 28,8 ribu ton disiapkan untuk mengakomodasi tambahan peternak baru. Harga jagung ditetapkan Rp 5.000 per kg di gudang Bulog dan maksimal Rp 5.500 per kg di tingkat peternak.
Bapanas mencatat harga jagung di tingkat peternak per 27 April mencapai Rp 6.758 per kg atau 16,52% di atas HAP. Kenaikan ini berpotensi mendorong harga telur dan daging ayam ras, sehingga stabilisasi pakan dinilai krusial.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan daging ayam ras menjadi salah satu penyumbang inflasi tertinggi secara year-to-date, mendampingi emas perhiasan, meski jumlah daerah yang mengalami kenaikan harga mulai menurun pada pekan keempat April.