JAKARTA, Detiktoday.com – World Gold Council (WGC) mengungkapkan bahwa pasar emas mengalami pertumbuhan volume yang moderat pada kuartal pertama tahun 2026.
Pertumbuhan itu didukung oleh langkah investor berbondong-bondong membeli emas fisik, sementara pembelian oleh bank sentral global juga relatif kuat meski di tengah volatilitas harga emas.
Dikutip dari Kitco News, Kamis (30/4/2026), laporan terbaru dari World Gold Council mengungkapkan bahwa total permintaan emas global, termasuk aktivitas over-the-counter (OTC) naik 2% secara tahunan menjadi 1.231 ton pada kuartal pertama 2026.
Pada saat yang sama, karena reli logam mulia di awal tahun, nilai peningkatan aktivitas pembelian emas melonjak 74% ke level rekor US$ 193 miliar.
Laporan WGC juga mencatat bahwa permintaan investasi ritel pada emas terus memainkan peran dominan di pasar, khususnya dalam emas fisik.
Permintaan emas batangan dan koin pun melonjak 42% secara tahunan menjadi 474 ton.
“Sebagian besar kekuatan permintaan emas terkonsentrasi pada bulan Januari karena reli harga emas semakin menguat. Meskipun demikian, pembelian terus berlanjut sepanjang kuartal tersebut, dengan beberapa investor membeli saat terjadi koreksi harga,” kata para analis di WGC.
Para analis mengatakan bahwa permintaan emas batangan yang kuat didorong oleh kekhawatiran inflasi, pelemahan mata uang, dan terbatasnya pilihan investasi alternatif. Investor Asia tetap menjadi pemain dominan di pasar, karena permintaan emas batangan dan koin di China mencapai rekor, sementara India juga mencatat kuartal pertama terkuatnya dalam lebih dari satu dekade.
WGC menyebut, pembelian emas yang stabil menggarisbawahi peran strategis logam mulia sebagai cadangan aset, bahkan ketika pasar global mengalami volatilitas yang meningkat terkait dengan ketegangan geopolitik, termasuk konflik yang sedang berlangsung yang melibatkan Iran.