Gelombang Besar Aksi Jual Emas

BERITA POPULER: Aksi Borong Emas hingga Aguan Blak-blakan soal PIK2 (PANI)

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Sebagai media online yang kredibel di bidang ekonomi, terutama investasi dan keuangan, Detiktoday.com telah menjadi inspirasi bagi banyak orang dalam berinvestasi. Berikut 5 berita paling populer hingga Kamis (30/4/2026):

1. Berbondong-bondong Beli Emas

World Gold Council (WGC) mengungkapkan bahwa pasar emas mengalami pertumbuhan volume yang moderat pada kuartal pertama tahun 2026.

Pertumbuhan itu didukung oleh langkah investor berbondong-bondong membeli emas fisik, sementara pembelian oleh bank sentral global juga relatif kuat meski di tengah volatilitas harga emas.

Dikutip dari Kitco News, Kamis (30/4/2026), laporan terbaru dari World Gold Council mengungkapkan bahwa total permintaan emas global, termasuk aktivitas over-the-counter (OTC) naik 2% secara tahunan menjadi 1.231 ton pada kuartal pertama 2026.

2. Aguan Bicara Apa Adanya soal Nasib PIK2

PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK2 mencatat marketing sales sebesar Rp 987 miliar pada kuartal I-2026, meningkat signifikan 112% secara tahunan. Ini sebagai awal tahun yang kuat di tengah dinamika makroekonomi global dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik.

Pencapaian ini mencerminkan permintaan pasar yang tetap resilien, efektivitas strategi penjualan PANI, serta memberikan landasan yang baik untuk mendorong kinerja marketing sales sepanjang tahun 2026.

Presiden Direktur PANI, Sugianto Kusuma atau Aguan berpandangan bahwa capaian pada kuartal pertama tahun 2026 menunjukkan pengembangan kawasan PIK2 terus berada pada jalur yang tepat dan semakin memperlihatkan kekuatan fundamental kawasan sebagai kota mandiri modern berskala besar.

3. Siap-siap Harga Emas Naik Selangit ke Level Tak Terduga

Kalangan analis menilai harga emas masih memiliki prospek yang positif untuk 12 bulan ke depan, meski gejolak konflik di Timur Tengah masih mendominasi sentimen global dalam jangka menengah.

Amundi Investment Institute memproyeksikan harga emas masih memiliki peluang untuk mencapai US$ 5.500 per troy ounce dalam 12 bulan. 

Para analis di Amundi menyoroti salah satu faktor yang melemahkan harga emas saat ini, yaitu lonjakan harga energi yang memicu kenaikan inflasi. Perkembangan ini memicu kekhawatiran tentang kebijakan Federal Reserve yang lebih ketat dan menyebabkan harga emas stagnan.

4. Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Kamis 30 April 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan terpantau kompak stabil di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas pada Kamis pagi, 30 April 2026.

Dengan tren yang terus bergerak dinamis, calon pembeli maupun investor emas perhiasan disarankan untuk terus memantau harga agar bisa mengambil keputusan terbaik, baik untuk membeli maupun menjual emas.

Cek daftar harga emas perhiasan berdasarkan data dari Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai kadar karat pada Kamis (30/4/2026) di sini.

5. Saham BBCA Makin Anjlok, Ini Gara-garanya

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA merosot lagi pada sesi I perdagangan Kamis (30/4/2026). Di sekitar puul 09.19 WIB, saham BBCA minus 2,09% ke Rp 5.850, yang juga merupakan level terendahnya dalam lima tahun terakhir.

Saham BBCA merosot karena aksi jual. Berdasarkan data pada aplikasi Stockbit Sekuritas, saat berita ini disusun, saham BBCA membukukan net sell Rp 173,2 miliar, tertinggi di antara saham-saham net sell lainnya.

Kiwoom Sekuritas dalam anailisisnya pagi ini memperkirakan bahwa perdagangan mungkin akan berjalan lebih lambat dari biasanya, karena lebih banyak orang mempertahankan sikap wait and see, terutama di tengah kenyataan bahwa nilai tukar rupiah terus merosot di atas 17.300 (17.351 sempat menjadi titik tertinggi pagi ini).

Share