Kendal, Detiktoday.com – Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, mendorong para pegiat pariwisata di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, untuk memperkuat kesadaran terhadap mitigasi kerawanan bencana.
Hal ini dinilai krusial demi menjamin keamanan wisatawan di berbagai destinasi wisata di wilayah tersebut.
”Bila tidak peduli keselamatan, maka kesenangan akan menjadi musibah,” ujar Samuel saat membuka bimbingan teknis (Bimtek) Penyiapan Strategi Mitigasi Risiko dan Keselamatan Destinasi bagi pegiat wisata di Kabupaten Kendal, Jumat (1/5).
Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak
Samuel menuturkan bahwa Kabupaten Kendal dianugerahi potensi wisata yang sangat beragam, mulai dari pesisir pantai hingga wilayah pegunungan.
Namun, keberagaman ini juga menyimpan risiko yang berbeda-beda, sehingga pegiat wisata wajib memiliki kesadaran untuk selalu mengutamakan aspek keamanan.
Menurut legislator yang membidangi pariwisata dan ekonomi kreatif tersebut, wisatawan berkunjung untuk mencari keindahan dan pengalaman yang menyenangkan. Jika terjadi kecelakaan akibat kelalaian mitigasi, hal itu akan mencoreng citra pariwisata daerah.
”Akan menjadi musibah kalau terjadi kecelakaan yang tidak diatasi dengan baik. Namun, saya optimistis risiko keselamatan di suatu objek wisata bisa dikurangi, bahkan ditiadakan, melalui peningkatan literasi tentang mitigasi,” tambah Samuel.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang intensif sebagai sarana koordinasi dan kolaborasi antar-pemangku kepentingan demi menciptakan ekosistem wisata yang aman.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Senada dengan Samuel, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari memaparkan bahwa wilayahnya memiliki kekayaan destinasi yang terdiri dari 19 wisata alam dan 19 wisata buatan. Mengingat banyaknya destinasi berbasis air, Bupati menekankan pentingnya kesiapsiagaan ekstra.
”Kesiapsiagaan dan keselamatan adalah harga mati, terutama risiko di destinasi wisata air,” tegas Bupati Dyah.
Ia pun menginstruksikan para pengelola dan pegiat wisata untuk segera meningkatkan literasi keselamatan serta menyiapkan infrastruktur pendukung yang memadai guna mengantisipasi segala bentuk keadaan darurat di lapangan.