I Nyoman Adi Wiryatama Dorong Penguatan Ketahanan Pangan Berbasis Lokal Nonberas

I Nyoman Adi Wiryatama Dorong Penguatan Ketahanan Pangan Berbasis Lokal Nonberas

Share
Share

Jakarta, Detiktoday.com – Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, I Nyoman Adi Wiryatama, mendorong penguatan ketahanan pangan berbasis lokal nonberas saat melakukan rangkaian reses dengan turun langsung ke masyarakat di berbagai desa dan kelompok tani.

“Indonesia sangat kaya. Kita punya banyak sumber pangan selain beras yang nilai gizinya tidak kalah. Ini harus dihidupkan kembali,” tegasnya dalam berbagai kesempatan dialog dengan masyarakat, dikutip Minggu (3/5/2026).

Dalam agenda reses yang dimulai sejak 26 April 2026, Adi Wiryatama melakukan kunjungan maraton dengan menyasar sektor strategis yang menjadi ruang lingkup Komisi IV DPR RI, yakni pertanian, peternakan, perikanan, dan kehutanan.

Melalui pertemuan kelompok hingga dialog langsung dengan warga, ia menekankan pentingnya mengurangi ketergantungan terhadap beras sebagai sumber pangan utama. Menurutnya, kekayaan hayati Indonesia justru terletak pada keberagaman pangan lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Kegiatan reses tersebut juga sejalan dengan arahan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang mendorong penguatan pangan berbasis kearifan lokal.

Dalam perjalanannya, Adi Wiryatama mengunjungi sejumlah titik di wilayah Tabanan, salah satunya Desa Baturiti, tempat ia bertemu dengan Kelompok Abang Lestari. Kelompok ini mengelola kawasan hutan sosial dengan pola tanam pangan terintegrasi, sebagai contoh sinergi antara kehutanan dan ketahanan pangan.

Selain kegiatan teknis, agenda tersebut juga diwarnai pendekatan budaya melalui persembahyangan bersama masyarakat, mencerminkan bahwa pembangunan pangan tidak terlepas dari nilai-nilai kearifan lokal.

Kunjungan kemudian berlanjut ke Banjar Susut dan Desa Baru, sebelum ditutup dengan kegiatan penanaman pohon sukun mentega di Desa Tegeh Angseri. Penanaman ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun kemandirian pangan desa melalui komoditas alternatif pengganti beras.

Sebagai politisi senior yang pernah menjabat Bupati Tabanan dan Ketua DPRD Bali, Adi Wiryatama menekankan pentingnya pendekatan dari bawah atau berbasis masyarakat dalam membangun ketahanan pangan.

“Ketahanan pangan itu bukan hanya soal produksi, tapi juga soal kebiasaan. Kalau kita hanya bergantung pada beras, kita rentan. Tapi kalau kita punya banyak pilihan pangan, kita kuat,” ujarnya.

Ia berharap gerakan ini tidak berhenti sebagai agenda reses semata, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu mengubah pola konsumsi masyarakat menuju diversifikasi pangan.

Langkah tersebut dinilai menjadi sinyal penting bahwa isu ketahanan pangan harus ditangani secara serius, terutama di tengah tantangan global seperti perubahan iklim dan ketidakpastian ekonomi.

Pendekatan langsung ke masyarakat yang menyentuh aspek produksi sekaligus kesadaran konsumsi ini diharapkan dapat menjadi model baru dalam pembangunan politik pangan nasional yang lebih konkret dan berkelanjutan.

Share