Prediksi Harga Emas Antam (ANTM) Senin 27 April 2026Prediksi Harga Emas Antam (ANTM) Senin 27 April 2026

Skenario Harga Emas Antam (ANTM) Sepekan ke Depan

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Harga emas batangan PT Antam Tbk (ANTM) diprediksi bergerak di kisaran Rp 2.750.000 hingga Rp 2.900.000 dalam sepekan ke depan.

Pengamat pasar komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, harga emas Antam (ANTM) pada Sabtu ditutup di level Rp 2.796.000.

“Jika turun, support pertama di Rp 2.786.000. Support kedua di Rp 2.750.000,” kata Ibrahim dalam keterangannya, Minggu (3/5/2026).

Menurut Ibrahim, jika harga emas Antam naik maka resistance pertama di Rp 2.866.000 pada Senin depan. Kemudian, untuk sepekan ke depan hingga Sabtu, resistance kedua di level Rp 2.900.000.

Dia menjelaskan faktor yang mempengaruhi pergerakan harga emas dunia maupun logam mulia, terutama karena adanya faktor dari geopolitik. 

Kemudian faktor yang kedua karena perpolitikan di Amerika Serikat (AS). Ketiga, karena perang dagang, yang keempat adalah kebijakan bank sentral global, dan yang kelima adalah supply and demand.

Ibrahim menjelaskan, permasalahan di Timur Tengah semakin menjadi-jadi, dan kemungkinan besar akan terjadi perang panjang.

Kemudian Trump juga sudah mempersiapkan untuk misil-misil supersonik, yang artinya perang kemungkinan besar akan terjadi.

“Perang yang terjadi nanti antara AS dengan Iran, akan membuat harga emas dunia terbang,” ucap Ibrahim.

Menurutnya, harga emas dunia kali ini terkoreksi karena masih terjadi perang di mana melakukan blokade-blokade Iran di Selat Hormuz, kemudian Amerika di Laut Oman. 

Kemudian tentang perpolitikan di AS, perang yang dilakukan oleh Trump terhadap Iran sedang menunggu proposal yang sudah ada di Kongres, sampai saat ini pun juga masih digodok.

Terkait perang dagang, menurut Ibrahim, Amerika akan menerapkan perang dagang dengan mitra bisnisnya baik dengan Eropa, dengan China, kemudian dengan Rusia. Ini tinggal menunggu waktu saja. 

Meski rupanya di awal-awal Mei ini AS sudah menerapkan biaya impor 25% untuk otomotif atau mobil dari Eropa.

Ada kemungkinan besar Bank Sentral Global dalam pertemuan di bulan depan akan menaikkan suku bunga. Kenaikan suku bunga ini yang akan membuat harga emas berguguran.

Untuk supply and demand, Ibrahim melihat bahwa kondisi harga logam mulia yang terus mengalami penurunan, ini kesempatan terbaik, bukan saja bagi Bank Sentral Global, bagi investor besar, pengusaha maupun masyarakat untuk kembali mengoleksi logam mulia dengan harga yang relatif lebih murah.

Share