Desa Bangunjaya Pakel Jadi Penopang Beras Tulungagung, Panen Padi Bisa Tiga Kali Setahun – Detiktoday.com

Desa Bangunjaya Pakel Jadi Penopang Beras Tulungagung, Panen Padi Bisa Tiga Kali Setahun – Detiktoday.com

Share
Share

Detiktoday.com,TULUNGAGUNG – Desa Bangunjaya, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menunjukkan capaian membanggakan di sektor pertanian. Dengan luas lahan sawah mencapai 104 hektare, desa ini mampu menjadi salah satu penopang swasembada beras di Kabupaten Tulungagung bahkan rutin memasok gabah ke Bulog.

Kepala Desa Bangunjaya, H. Jailani atau yang akrab disapa Mbah Bangunjaya, mengatakan produktivitas pertanian di wilayahnya terus meningkat berkat kekompakan petani dan peran aktif Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Rukun Jaya.

“Luas lahan pertanian padi di Desa Bangunjaya sekitar 104 hektare. Hampir setiap tahun rata-rata bisa panen tiga kali, tergantung musim. Kalau pengairannya bagus, dua kali panen itu pasti. Saat musim tanam ketiga biasanya petani menanam palawija hijau. Tapi kondisi ini sudah sangat luar biasa untuk mendukung swasembada beras,” ujar Mbah Bangunjaya di kantor desa setempat, Senin (4/5/2026).

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari soliditas Gapoktan Rukun Jaya yang menjadi motor penggerak pertanian desa. Bahkan, kelompok tani tersebut telah menjadi mitra Bulog dalam menyuplai gabah hasil panen petani.

“Gapoktan kami menjadi lokomotif pertanian desa. Mereka juga menjadi mitra Bulog. Hampir setiap hari mengirim gabah ke Bulog Tulungagung untuk memenuhi kebutuhan beras. Jadi gabah dari petani dihimpun, diproses, lalu dikirim kembali dalam bentuk beras,” katanya.

Keberhasilan sektor pertanian Desa Bangunjaya juga pernah menarik perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Mbah Bangunjaya mengungkapkan, desanya pernah dikunjungi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa pada tahun 2020 dalam agenda percepatan tanaman pangan.

“Waktu itu Bu Khofifah hadir langsung ke Bangunjaya bersama pemerintah daerah. Banyak arahan yang diberikan untuk pengembangan pertanian. Dari situ kami menerapkan berbagai langkah, mulai dari kerja keras petani, kerja sama Gapoktan, hingga optimalisasi pengairan agar tanam padi berjalan baik,” ungkapnya.

Ia mengakui, luas lahan pertanian di Bangunjaya mungkin tidak jauh berbeda dengan desa lain di Kecamatan Pakel. Namun, menurutnya yang paling menentukan adalah pengelolaan pertanian dan kekompakan kelompok tani.

“Kami berharap kelompok tani dan Gapoktan di desa lain juga terus bergerak mengikuti petunjuk dari Dinas Pertanian supaya program swasembada beras dari pemerintah pusat bisa benar-benar tercapai,” tambahnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan sektor pertanian, Pemerintah melalui Dinas Pertanian sebelumnya juga telah memberikan berbagai bantuan kepada Gapoktan Rukun Jaya, mulai dari pupuk, benih padi hingga alat mesin pertanian modern.

Salah satu bantuan yang masih dimanfaatkan hingga kini adalah alat panen modern jenis combine harvester. “Alat combine harvester itu sampai sekarang masih dirawat dengan baik dan digunakan Gapoktan Rukun Jaya untuk membantu proses panen petani,” jelasnya.

Dengan produktivitas tinggi, dukungan alat modern, serta sinergi kuat antara pemerintah desa dan petani, Desa Bangunjaya kini semakin diperhitungkan sebagai salah satu lumbung padi andalan di Kabupaten Tulungagung.

Share