Bidik Dominasi di Trenggalek, PDI Perjuangan Bidik 16 Kursi DPRD dan Siapkan Kader Terbaik

Bidik Dominasi di Trenggalek, PDI Perjuangan Bidik 16 Kursi DPRD dan Siapkan Kader Terbaik

Share
Share

Jakarta, Detiktoday.com – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek mulai memanaskan mesin politik jelang kontestasi Pemilu mendatang. 

Partai berlambang banteng moncong putih ini secara terbuka mematok target ambisius, yakni menambah perolehan kursi di legislatif sekaligus menyiapkan kader potensial untuk mengisi kursi eksekutif.

​Sekretaris DPC PDI Perjuangan Trenggalek, Doding Rahmadi, mengungkapkan bahwa pihaknya membidik peningkatan signifikan di DPRD Kabupaten Trenggalek. Saat ini, PDI Perjuangan merupakan pemegang takhta dengan 13 kursi.

Baca: Masuk Parpol di Usia 24 Tahun, Ganjar: Saya Lahir dari Ideologi

​“Kami menargetkan perolehan meningkat menjadi 15 hingga 16 kursi. Tentu kami terus mempertimbangkan dinamika politik yang berkembang di lapangan,” ujar Doding.

​Menurutnya, penguatan di kursi legislatif sangat krusial untuk memperkuat posisi tawar partai dalam menentukan arah kebijakan daerah maupun dalam membangun koalisi politik ke depan.

​Terkait pencalonan kepala daerah, Doding menilai perubahan ambang batas (threshold) pasca-putusan Mahkamah Konstitusi (MK) menjadi angin segar. Aturan baru tersebut memungkinkan PDIP untuk mengusung calon secara mandiri tanpa harus bergantung pada koalisi besar.

​“Aturan baru ini memberi ruang lebih luas. Sekarang kami fokus mengelola kekuatan internal dan membaca arah politik ke depan,” jelasnya.

​Meski telah mengantongi sejumlah nama potensial baik dari jajaran struktur partai maupun anggota DPRD aktif, PDI Perjuangan masih memilih untuk menyimpan rapat nama-nama tersebut.

​Doding menegaskan bahwa pengumuman calon dilakukan secara terukur dan tidak terburu-buru. Biasanya, nama calon akan difinalisasi sekitar satu tahun sebelum Pilkada dimulai.

​“Kami memiliki banyak figur siap pakai. Namun, strategi politik sedang kami matangkan. Kami tidak ingin terjebak dalam manuver politik dini,” tambahnya.

​Di tengah persiapan strategi politik, Doding menginstruksikan seluruh kader untuk tetap membumi dan mengutamakan kerja nyata. Ia menegaskan bahwa kemenangan politik adalah buah dari pengabdian kepada masyarakat.

Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo

​Saat ini, fokus utama kader PDI Perjuangan di Trenggalek adalah membantu warga kurang mampu yang terdampak penonaktifan BPJS.

​“Politik adalah hasil dari kerja nyata. Saat ini, kader kami turun langsung untuk memastikan masyarakat mendapatkan kembali akses layanan kesehatan. Kami fokus mengabdi terlebih dahulu,” tegas Doding.

​Menutup keterangannya, Doding turut merespons wacana perubahan sistem Pilkada menjadi tidak langsung (melalui DPRD). Ia memastikan PDI Perjuangan Trenggalek akan tetap adaptif terhadap segala perubahan regulasi.

​“Jika sistem berubah, kami akan segera berkoordinasi dengan partai lain. Namun, semua itu tentu sangat bergantung pada hasil Pemilu 2029 mendatang,” pungkasnya.

Share