
Detiktoday.com – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Diah Fitri Maryani menekankan pentingnya penguatan literasi digital di tengah derasnya arus informasi yang berkembang melalui media sosial dan platform digital. Menurutnya, kemampuan memahami serta menyaring informasi menjadi hal yang sangat penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh hoaks dan kabar menyesatkan.
Diah menyampaikan bahwa literasi saat ini tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, memahami konteks informasi, serta memverifikasi sumber berita sebelum menyebarkannya kembali.
“Di era digital, masyarakat harus memiliki kemampuan memilah informasi dengan baik. Jangan sampai mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya,” ujarnya.
Politisi Fraksi PDI Perjuangan tersebut menilai perkembangan teknologi informasi telah membuat setiap orang dapat menjadi penyebar informasi dalam waktu singkat. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga menghadirkan tantangan besar berupa meningkatnya penyebaran hoaks yang dapat memicu keresahan sosial.
Ia mengingatkan bahwa informasi palsu bukan hanya berdampak pada individu, tetapi juga dapat memengaruhi stabilitas sosial, memicu kesalahpahaman, hingga menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi publik.
Menurut Diah, penguatan budaya literasi harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan melalui kerja sama berbagai pihak. Ia mendorong pemerintah daerah, lembaga pendidikan, media massa, serta komunitas literasi untuk aktif menghadirkan edukasi literasi digital di tengah masyarakat.
“Literasi digital perlu terus diperkuat melalui edukasi yang masif dan berkesinambungan agar masyarakat semakin cerdas dalam menyikapi informasi,” katanya.
Ia juga menilai generasi muda memiliki peran strategis dalam menciptakan ruang digital yang sehat dan bertanggung jawab. Dengan kedekatan terhadap teknologi, anak muda diharapkan mampu menjadi pelopor dalam membangun budaya informasi yang positif.
Diah mengajak para pelajar dan mahasiswa untuk membiasakan diri melakukan cek fakta serta mengembangkan pola pikir kritis sebelum mempercayai suatu informasi.
“Anak muda harus menjadi bagian dari solusi dalam melawan hoaks, bukan justru ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” tambahnya.
Melalui penguatan literasi, Diah berharap masyarakat Jawa Barat dapat semakin bijak dalam menggunakan media sosial, tidak mudah terprovokasi, serta tetap menjaga persatuan dan keharmonisan di tengah perbedaan.
“Literasi adalah fondasi penting dalam membangun masyarakat yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab di era digital,” pungkasnya.
Leave a comment