CIA Ungkap Iran Bisa Tahan Blokade AS Berbulan-bulanCIA Ungkap Iran Bisa Tahan Blokade AS Berbulan-bulan

CIA Ungkap Iran Bisa Tahan Blokade AS Berbulan-bulanCIA Ungkap Iran Bisa Tahan Blokade AS Berbulan-bulan

Share
Share

WASHINGTON/KAIRO, Detiktoday.com – Upaya mengakhiri perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali menemui hambatan setelah kedua negara kembali saling serang di kawasan Teluk pada Jumat (8/5/2026). Di tengah meningkatnya ketegangan, laporan intelijen AS menyebut Iran diperkirakan masih mampu bertahan dari blokade laut selama beberapa bulan.

Dikutip dari Reuters, analisis Central Intelligence Agency (CIA) menunjukkan Iran tidak akan mengalami tekanan ekonomi berat akibat blokade pelabuhan oleh AS setidaknya hingga empat bulan ke depan.

Laporan tersebut mengindikasikan bahwa daya tekan Washington terhadap Tehran masih relatif terbatas, di tengah upaya kedua negara mencari jalan keluar dari konflik yang dinilai semakin tidak populer di mata publik AS. Laporan intelijen tersebut pertama kali diungkap The Washington Post.

Dalam beberapa hari terakhir, bentrokan di sekitar Selat Hormuz menjadi yang terbesar sejak gencatan senjata diberlakukan sekitar satu bulan lalu. Uni Emirat Arab (UEA) juga kembali menjadi sasaran serangan pada Jumat.

Pemerintah AS saat ini masih menunggu respons Iran terhadap proposal penghentian perang sebelum negosiasi dilanjutkan ke isu yang lebih sensitif, termasuk program nuklir Tehran. “Kami berharap bisa mendapatkan jawaban hari ini,” ujar Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio kepada wartawan di Roma.

Namun hingga Jumat sore waktu Washington, Iran disebut masih mempertimbangkan respons resminya.

Di tengah proses diplomasi yang belum menemui titik terang, bentrokan sporadis kembali terjadi di Selat Hormuz antara pasukan Iran dan kapal militer AS.

Kantor berita semi-resmi Iran, Fars, melaporkan terjadi sejumlah bentrokan di jalur pelayaran strategis tersebut. Sementara kantor berita Tasnim mengutip sumber militer Iran yang menyebut situasi mulai mereda, meski potensi bentrokan lanjutan masih terbuka.

Militer AS menyatakan pihaknya menyerang dua kapal yang terkait Iran saat mencoba memasuki pelabuhan Iran. Serangan jet tempur AS disebut menghantam cerobong kapal sehingga memaksa kapal berbalik arah.

Sejak perang dimulai akibat serangan udara gabungan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu, Tehran membatasi pelayaran kapal non-Iran di Selat Hormuz. Sebagai balasan, AS memberlakukan blokade terhadap kapal Iran sejak bulan lalu.

Harga minyak dunia ikut terdongkrak akibat meningkatnya risiko geopolitik. Minyak Brent kembali bergerak di atas US$ 101 per barel, meski secara mingguan masih melemah lebih dari 6%.

Ketegangan Kian Memanas

Share