Harga Emas Digital Hari Ini, Jumat 17 April 2026: Beda-beda

Harga Emas Digital Hari Ini, Minggu 10 Mei 2026

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Harga emas digital hari ini, Minggu 10 Mei 2026, terpantau stabil. Hal tersebut tidak terlepas dari pergerakan harga emas global dan nilai tukar rupiah.

Sementara itu, minat masyarakat terhadap emas digital terus bertumbuh. Investasi pada emas digital makin populer karena dapat diakses secara online, fleksibel, dan bisa membeli emas mulai dari nominal kecil.

Ini menjadikan emas digital alternatif menarik bagi investor ritel yang ingin berinvestasi secara bertahap, namun tetap aman.

Berikut adalah update harga emas digital hari ini – hingga berita ini ditayangkan – yang dikutip dari berbagai platform jual beli emas digital seperti Treasury, Lakuemas, dan ShariaCoin:

1. PT Indonesia Logam Pratama (Treasury)

– Harga beli: Rp 2.672.841 per gram (stabil)

– Harga jual: Rp 2.584.187 per gram (stabil)

2. PT Laku Emas Indonesia (Lakuemas)

– Harga beli: Rp 2.703.000 per gram (stabil)

– Harga jual: Rp 2.630.000 per gram (stabil)

3. PT Syariah Koin Indonesia (ShariaCoin)

Harga beli: Rp 2.783.000 per gram (stabil)

– Harga jual: Rp 2.701.000 per gram (stabil)

Sementara itu, harga emas ditutup menguat dalam sepekan terakhir dan diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan pada pekan depan. Penguatan itu seiring dukungan sentimen makro ekonomi global, mulai dari inflasi, data tenaga kerja Amerika Serikat (AS), hingga ekspektasi kebijakan The Fed.

Dikutip dari Kitco News, sepanjang pekan ini, pergerakan emas global berlangsung volatil, namun tetap mencatat tren positif. Harga sempat tertekan di awal pekan akibat kekhawatiran inflasi berbasis energi dan penguatan imbal hasil obligasi AS, sebelum kembali stabil dan menembus area US$ 4.700 per ons troi di tengah meredanya ketegangan geopolitik dan pelemahan dolar AS.

Pada akhir perdagangan, harga emas spot tercatat sekitar US$ 4.715 per ons troi atau menguat hampir 2% dalam sepekan.

Sejumlah analis menilai kombinasi faktor inflasi, suku bunga, dan geopolitik masih akan menjadi penggerak utama emas dalam jangka pendek. Redanya kekhawatiran di Timur Tengah serta fluktuasi harga minyak turut mengurangi tekanan inflasi dan mendukung stabilisasi harga emas.

Dari sisi sentimen, survei Kitco News menunjukkan mayoritas pelaku pasar kembali bersikap bullish. Sebanyak 64% analis Wall Street dan 69% investor ritel memperkirakan harga emas akan melanjutkan kenaikan pada pekan depan, didukung ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter dan ketidakpastian global.

Meski demikian, sebagian analis tetap mengingatkan potensi volatilitas, terutama dari data inflasi AS, penjualan ritel, serta dinamika kebijakan The Fed yang dapat memengaruhi arah dolar dan imbal hasil obligasi.

Dari sisi prospek, sejumlah analis memperkirakan emas masih berpotensi menguji level US$ 4.850 hingga US$ 4.900 per ons troi dalam waktu dekat, bahkan lebih tinggi jika sentimen makro mendukung.

Share