Siap-siap Harga Emas Bisa Tembus Segini

Harga Emas Dapat Momentum Lagi

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.comHarga emas kembali mendapatkan momentum dari optimisme baru seputar peluang tercapainya kesepakatan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah. 

Dikutip dari Kitco News, Selasa (12/5/2026), analis emas di Heraeus menilai bahwa pembicaraan de-eskalasi pekan lalu antara Iran dan AS membantu meningkatkan harga emas karena mendorong penurunan harga minyak.

Harga emas terpantau menguat 0,53% ke level US$ 4.759 per troy ounce saat berita ini ditulis.

“Harga minyak turun setelah berita tersebut, memicu kenaikan harga saham dan emas,” kata analis emas di Heraeus.

Para analis menyoroti harga minyak mentah Brent turun 6,2% sementara S&P 500 naik 1,0%, dan harga emas naik 2,7%.

“Korelasi antara emas, yang sering dianggap sebagai aset aman, dan saham, yang sering dianggap berisiko lebih tinggi, disebabkan oleh dampak konflik berkepanjangan terhadap suku bunga. Jika harga naik secara signifikan, pasar memperkirakan suku bunga juga akan naik. Hal ini memengaruhi emas, yang tidak menghasilkan imbal hasil, dan saham, yang sensitif terhadap kenaikan biaya uang,” papar mereka.

Di sisi lain, impor emas di negara konsumen logam mulia terbesar di dunia menurun karena kebijakan baru.

“Bank-bank di India tidak dapat mengimpor emas dan perak sejak awal kebijakan pajak baru diberlakukan pada 1 April,” ungkap para analis di Heraeus.

Penurunan impoe disebabkan oleh penundaan publikasi daftar bank yang memenuhi syarat untuk mengimporemas oleh Kementerian Perdagangan India hingga 17 April. Sejak saat itu, impor belum dilanjutkan karena petugas di pelabuhan dan bandara belum memiliki surat izin impor. 

Impor emas ke India pada April 2026 mencapai 0,66 juta ons, turun dari 0,94 juta ons pada April 2025. India adalah pasar perhiasan terbesar kedua setelah China dan memiliki sedikit produksi emas domestik sehingga harus mengimpor sebagian besar emasnya.

Sementara itu, bank sentral China meningkatkan cadangan emasnya untuk bulan ke-18 berturut-turut, dengan pembelian 8 ton pada bulan April jauh melampaui pembelian bulan-bulan lainnya sepanjang tahun ini.

Share