Pakar Optimis Harga Emas Bisa Naik Kencang Segini

Emas Tetap Diserok

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Permintaan emas di China terus mencatat penguatan di tengah fluktuasi harga emas global.

“Ketegangan geopolitik global dan regional yang berkelanjutan, serta penurunan imbal hasil obligasi pemerintah lokal, mempertahankan minat investor China terhadap emas,” ungkap  kepala riset untuk China di World Gold Council (WGC), Ray Jia, dikutip dari Kitco News, Sabtu (16/5/2026).

WGC mencatat, ETF lokal dan bank sentral China terus melakukan akumulasi emas bahkan ketika permintaan ritel menurun.

“Meskipun demikian, arus masuk melambat karena investor mungkin telah dialihkan ke pasar ekuitas yang sedang menguat,” beber Ray Jia.

WGC melamporkan, permintaan emas oleh bank sentral China merupakan yang terkuat dalam hampir satu setengah tahun.

“Bank Sentral Tiongkok (PBoC) melaporkan pembelian emas sebesar 8 ton pada bulan April, penambahan bulanan ke-18 berturut-turut dan tertinggi sejak Desember 2024,” kata Ray Jia.

Penambahan ini menjadikan total kepemilikan emas resmi China menjadi 2.322 ton, 9% dari total cadangan resmi negara tersebut, yang naik 2% menjadi US$ 3,8 triliun.

Adapun impor emas China juga mengalami peningkatan yang kuat pada kuartal pertama 2026. China mengimpor 143 ton emas secara bersih pada bulan Maret, peningkatan yang signifikan sebesar 49% secara bulanan.

Sedangkan ETF emas China terus berkembang pada bulan April, melanjutkan kinerja kuat mereka baru-baru ini.

“ETF emas China mencatat arus masuk bulanan kedelapan berturut-turut pada bulan April (mencapai US$ 498 juta),” paparnya.

Share