Puan Pastikan DPR RI Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional & Ketahanan Energi di Tengah Eskalasi Selat Hormuz

Puan Pastikan DPR RI Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional & Ketahanan Energi di Tengah Eskalasi Selat Hormuz

Share
Share

Jakarta, Detiktoday.com – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan DPR RI mendukung langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional dan ketahanan energi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya di jalur strategis Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur utama perdagangan energi dunia.

“Saat ini kita masih berada dalam tekanan besar akibat konflik geopolitik dan ekonomi di kawasan Timur Tengah, khususnya di jalur strategis Selat Hormuz yang merupakan salah satu urat nadi perdagangan energi dunia,” kata Puan, dikutip Minggu (17/5/2026).

Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu menjelaskan gejolak global yang terjadi saat ini telah memberikan tekanan terhadap berbagai sektor ekonomi nasional.

Puan menyebut dampak yang mulai dirasakan Indonesia antara lain tekanan terhadap nilai tukar rupiah, kenaikan harga energi dan bahan bakar minyak (BBM), meningkatnya biaya logistik dan distribusi, hingga ancaman terhadap ketahanan energi nasional akibat terganggunya rantai pasok global.

“Kita mengalami tekanan terhadap nilai tukar rupiah, kenaikan harga energi dan BBM, meningkatnya biaya logistik dan distribusi, serta tekanan terhadap ketahanan energi nasional akibat terganggunya rantai pasok global,” ungkapnya.

Menurut Puan, situasi tersebut berpotensi memicu inflasi, menurunkan daya beli masyarakat, serta meningkatkan beban pelaku usaha, khususnya sektor industri, transportasi, dan UMKM yang sangat sensitif terhadap kenaikan biaya operasional.

Karena itu, DPR RI menyatakan dukungan penuh terhadap berbagai langkah mitigasi yang dilakukan pemerintah bersama Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

“Oleh Karena itu, DPR RI mendukung upaya terbaik Pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, ketahanan energi yang bersama Bank Indonesia melakukan mitigasi arus keluar modal asing dan juga mengendalikan harga kebutuhan pokok, serta memastikan perlindungan terhadap masyarakat kecil agar tidak menjadi pihak yang paling terdampak dari gejolak global yang sedang terjadi,” sebutnya.

Puan menekankan bahwa upaya menjaga keseimbangan antara disiplin fiskal, keberlanjutan pembangunan, dan perlindungan sosial harus menjadi prioritas utama pemerintah dalam menghadapi tekanan ekonomi global saat ini.

Ia juga meminta pemerintah melakukan konsolidasi fiskal serta konsolidasi prioritas pembangunan nasional agar masyarakat tetap dapat merasakan manfaat pembangunan di tengah situasi global yang tidak menentu.

“Pemerintah perlu melakukan konsolidasi fiskal dan konsolidasi prioritas pembangunan nasional, sehingga rakyat tetap mendapatkan haknya untuk menikmati hasil pembangunan,” pungkasnya.

Share