BERITA POPULER: Optimisme Prospek Harga Emas hingga Biang Kerok Saham BBRI Jeblok

Ahli Ramal Harga Emas Sulit Bangkit Pekan IniAhli Ramal Harga Emas Sulit Bangkit Pekan Ini

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.comHarga emas diprediksi masih sulit bangkit pada perdagangan pekan ini, setelah tekanan besar dari lonjakan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) memicu aksi jual tajam di pasar logam mulia.

Analis Pasar Forex.com Fawad Razaqzada mengatakan, kenaikan yield obligasi membuat daya tarik emas semakin melemah karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen pendapatan tetap.

“Gejolak di pasar obligasi memperdalam tekanan di pasar keuangan dan memicu aksi jual emas,” tulis Razaqzada dalam riset mingguannya.

Pada akhir pekan lalu, harga emas tercatat jatuh sekitar 2,5% setelah yield obligasi AS tenor 10 tahun melonjak menembus 4,55%, level tertinggi sejak Mei 2025. Lonjakan tersebut memicu sentimen risk off di pasar global dan mendorong investor keluar dari aset berisiko maupun aset safe haven tanpa imbal hasil.

Razaqzada menyebut, tekanan terhadap emas juga datang dari kenaikan harga minyak yang dinilai dapat memperkuat inflasi global. Kondisi tersebut membuat pasar mulai menghapus harapan pemangkasan suku bunga The Fed, bahkan membuka peluang kenaikan suku bunga kembali.

Selain itu, lanjut dia, pasar kecewa terhadap hasil pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang dinilai belum menghasilkan kemajuan signifikan terkait perdagangan maupun geopolitik Iran.

Data Ekonomi Memburuk

Share