JAKARTA, Detiktoday.com – Harga emas dunia diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan Senin (18/5/2026), setelah gagal mempertahankan area support penting. Dupoin Futures menilai tren bearish pada emas masih cukup kuat dan berpotensi membawa harga turun menuju area US$ 4.304 per ons troi.
Harga emas hari ini terlihat turun 0,15% ke level US$ 4.533,52 per ons troi saat berita ditulis.
Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit mengatakan, pergerakan harga emas pada timeframe daily masih menunjukkan dominasi tekanan jual setelah harga menembus level support di area US$ 4.580 per ons troi. Menurut dia, breakout dari level tersebut menjadi sinyal bahwa tren pelemahan masih berlanjut dan membuka peluang penurunan lebih dalam dalam jangka menengah.
“Setelah breakdown support US$ 4.580 per ons troi, harga sempat mengalami rebound. Namun penguatan tersebut belum cukup kuat untuk membalikkan tren bearish yang masih dominan,” ujar Geraldo dalam risetnya, Senin (18/5/2026).
Secara teknikal, Geraldo mengatakan, pasar kini menunggu konfirmasi lanjutan melalui pembentukan candlestick bearish, terutama pola Bearish Marubozu yang biasanya mencerminkan dominasi penuh tekanan jual.
“Jika tekanan bearish terus berlanjut, harga emas diperkirakan berpotensi turun menuju support terdekat di level US$ 4.418 per ons troi. Sementara target pelemahan berikutnya berada di area US$ 4.304 per ons troi,” tambah Geraldo.
Selain pola candlestick, sejumlah indikator teknikal juga masih menunjukkan sinyal negatif. Indikator stochastic tercatat masih bergerak turun dan belum menunjukkan tanda pembalikan arah yang signifikan.
Di sisi lain, posisi harga yang masih berada di bawah garis moving average memperlihatkan tren bearish masih cukup kuat pada timeframe daily.
Faktoir Fundamental Emas