Detiktoday.com – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Tuti Turimayanti, melakukan kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan di GOR Desa Gunung Halu pada Minggu (17/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara wakil rakyat, aparatur desa, tokoh masyarakat, pemuda, dan warga dalam membahas berbagai persoalan sosial yang terjadi di lingkungan setempat.
Dalam pertemuan itu, sejumlah isu yang mencuat di antaranya peningkatan angka pengangguran, tekanan ekonomi keluarga, kenakalan remaja, serta pengaruh media sosial yang semakin kuat terhadap pola interaksi sosial masyarakat pedesaan. Berbagai persoalan tersebut dinilai saling berkaitan dan membutuhkan penanganan yang lebih komprehensif dari pemerintah.
Tuti Turimayanti menegaskan bahwa pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan harus menyentuh aspek sosial secara langsung, bukan hanya fokus pada pembangunan fisik dan administrasi. Menurutnya, keberhasilan pemerintah daerah juga diukur dari sejauh mana mampu menjawab persoalan sosial di tengah masyarakat.
“Pengawasan pemerintahan itu tidak hanya soal program berjalan atau tidak, tetapi juga bagaimana dampaknya terhadap kehidupan sosial masyarakat. Pemerintah harus benar-benar hadir di tengah persoalan warga,” ujar Tuti.
Ia menambahkan, kondisi ekonomi yang masih belum stabil menjadi salah satu faktor yang memicu munculnya berbagai persoalan sosial di masyarakat. Oleh karena itu, ia mendorong penguatan program pemberdayaan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta pembinaan generasi muda secara berkelanjutan.
Dalam dialog tersebut, warga juga menyampaikan harapan agar pemerintah lebih aktif dalam menyediakan ruang kegiatan positif bagi pemuda, serta meningkatkan akses layanan sosial di tingkat desa. Hal ini dinilai penting untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat di wilayah pedesaan.

Tuti menilai kolaborasi antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan keluarga menjadi kunci dalam menjaga stabilitas sosial. Ia juga mengajak masyarakat untuk memperkuat kembali nilai-nilai gotong royong di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Persoalan sosial tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan kerja sama semua pihak agar lingkungan tetap kondusif dan masyarakat bisa hidup lebih sejahtera,” katanya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya perlindungan terhadap generasi muda dari dampak negatif perkembangan digital, termasuk penyalahgunaan media sosial dan pergaulan yang tidak sehat. Menurutnya, perlu ada program pembinaan yang lebih terarah agar anak muda dapat berkembang secara positif.
Tuti juga menegaskan bahwa DPRD Jawa Barat akan terus menjalankan fungsi pengawasan secara aktif untuk memastikan seluruh program pemerintah benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan setiap kebijakan tidak berhenti di tataran program, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama dalam menjawab persoalan sosial yang ada,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman, harmonis, dan sejahtera di Kabupaten Bandung Barat.

Leave a comment