Soroti Potensi Pecinan Semarang, Samuel Wattimena Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Heritage

Soroti Potensi Pecinan Semarang, Samuel Wattimena Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Heritage

Share
Share

Semarang, Detiktoday.com – Anggota Komisi VII DPR RI sekaligus desainer nasional, Samuel J.D. Wattimena, melakukan kunjungan kerja ke kawasan Pecinan Semarang pada Sabtu malam (23/5/2026). 

Kunjungan ini berfokus pada diskusi taktis bersama Pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Krabat Pecinan guna mendorong sektor pariwisata budaya dan ekonomi kreatif (ekraf) berbasis masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Samuel menyusuri sudut-sudut ikonis Pecinan Semarang yang kaya akan sejarah, arsitektur khas Tionghoa, kuliner legendaris, hingga denyut perdagangan yang masih terjaga. 

Baca: Ganjar Dukung KPK Perketat Syarat Pemimpin

Legislator yang membidangi industri, UMKM, ekraf, dan pariwisata ini menilai bahwa karakter kuat kawasan heritage ini adalah modal utama yang tidak dimiliki daerah lain.

“Kawasan heritage bukan hanya tentang menjaga bangunan lama, tetapi juga menghidupkan budaya, tradisi masyarakat, serta aktivitas ekonomi di dalamnya. Ini adalah kekuatan penting bagi pariwisata kita,” ujar Samuel di sela-sela diskusi.

Samuel juga sempat berbincang langsung dengan sejumlah pelaku UMKM lokal. Ia menekankan pentingnya sentuhan modernisasi tanpa menggusur nilai sejarah, salah satunya melalui keterlibatan generasi muda. 

Menurutnya, anak muda harus mengambil peran lewat inovasi kreatif, digitalisasi promosi, serta peningkatan kualitas branding produk lokal agar lebih kompetitif di pasar modern.

Pertemuan lintas sektor ini disambut hangat oleh komunitas setempat. Ketua Pokdarwis Krabat Pecinan, Hengky Hidayat Pranadya, mengaku kehadiran sang wakil rakyat memberikan suntikan motivasi baru bagi warga untuk melestarikan warisan leluhur.

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

Selama ini, Pokdarwis Krabat Pecinan aktif menggerakkan program berbasis komunitas, mulai dari tur lorong heritage, wisata sejarah, hingga festival kuliner tradisional.

“Senang bisa berbagi cerita tentang Pecinan Semarang bersama Pak Samuel Wattimena. Kehadiran beliau menjadi semangat bagi kami untuk terus menjaga dan mengenalkan budaya, sejarah, serta kehidupan Pecinan kepada masyarakat yang lebih luas,” ungkap Hengky.

Meski potensinya besar, Hengky tidak menampik adanya tantangan nyata di lapangan. Ia berharap kunjungan ini mampu membuka keran sinergi yang lebih luas antara pemerintah, swasta, dan akademisi untuk membenahi infrastruktur kawasan, memperluas promosi, serta memberikan pembinaan digital bagi UMKM agar dampak ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.

Share