Jakarta, Detiktoday.com – Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Jhonny Simanjuntak, mendesak adanya langkah komprehensif dan kolaboratif untuk mencegah paparan judi online (judol) pada anak dan remaja.
Menurutnya, pencegahan secara bersama dan masif sangat dibutuhkan demi melindungi generasi penerus bangsa.
Baca; Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
Politisi PDI Perjuangan itu menilai fenomena maraknya anak dan remaja yang terpapar judol sebagai ancaman serius. Dampaknya tidak hanya merugikan secara personal, tetapi juga dinilai dapat mengganggu pembangunan sumber daya manusia (SDM) nasional.
Lebih jauh, Jhonny mengkhawatirkan dampak psikologis jangka panjang, di mana generasi muda berpotensi kehilangan pemahaman tentang pentingnya proses, kerja keras, dan nilai-nilai kejujuran.
“Ini bukan sekadar ancaman finansial, tetapi juga krisis pembentukan karakter generasi penerus bangsa,” ujar Jhonny di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Baca: Ganjar Pranowo Ungkap Masyarakat Takut dengan Pajak
Sebagai langkah strategis yang harus segera direalisasikan, Jhonny mendorong penguatan literasi digital secara masif dan konsisten, baik bagi anak maupun orang tua. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya perlindungan menyeluruh di ruang digital serta penegakan hukum yang tegas terhadap sindikat judol.
“Target-target terukur dari kebijakan perlindungan yang diampu oleh berbagai institusi harus segera disampaikan ke publik demi efektivitas langkah pencegahan yang lebih terencana,” pungkas Jhonny.