Harga Emas Bisa Naik Gila-gilaan hingga US$ 10.000Harga Emas Bisa Naik Gila-gilaan hingga US$ 10.000

Harga Emas Bisa Naik Gila-gilaan hingga US$ 10.000Harga Emas Bisa Naik Gila-gilaan hingga US$ 10.000

Share
Share

Menurut Moglia, perang Rusia-Ukraina menjadi titik balik penting setelah pembekuan cadangan devisa Rusia mendorong bank sentral dunia meningkatkan pembelian emas. “Bank sentral mulai menyadari cadangan devisa berbasis dolar dan euro rentan terhadap risiko politik dan hukum,” kata Moglia.

Akibatnya, pembelian emas oleh bank sentral global melonjak lebih dari 1.000 ton per tahun sepanjang 2022-2024 atau setara sekitar seperempat produksi tambang emas dunia.

Selain pembelian bank sentral, kekhawatiran terhadap independensi The Fed, risiko fiskal global, dan konflik geopolitik seperti perang Iran disebut terus menopang harga emas.

Di sisi lain, Moglia menilai potensi kenaikan harga perak mulai lebih terbatas dibanding emas setelah reli tajam sepanjang 2025.

Menurut dia, perak masih ditopang permintaan industri seperti panel surya, kendaraan listrik, semikonduktor, dan infrastruktur AI. Namun, kenaikan harga perak kini lebih dipengaruhi sentimen pasar dan aktivitas spekulatif.

“Potensi kenaikan perak terhadap emas kini mulai lebih terbatas,” ujar Moglia.

Moglia juga menilai, saham perusahaan tambang emas dan perak berpotensi memberikan keuntungan lebih menarik karena didukung margin tinggi, arus kas kuat, dan peluang peningkatan dividen maupun buyback saham.

Rockefeller tetap merekomendasikan diversifikasi investasi komoditas dengan fokus pada emas, logam industri, platinum, serta saham perusahaan tambang.

Share