JAKARTA, Detiktoday.com – Permintaan emas fisik di India masih lesu sepanjang pekan ini, seiring lonjakan harga emas dan kenaikan bea impor yang membuat konsumen menahan pembelian. Sementara itu, premi emas di China menyempit akibat sentimen pasar yang cenderung berhati-hati.
Dikutip dari Reuters, dealer emas di India menawarkan diskon hingga US$ 106 per ons dibanding harga domestik resmi, termasuk bea impor 15% dan pajak penjualan 3%. Diskon tersebut meningkat dibanding pekan lalu yang berada di kisaran US$ 78 per ons.
Seorang dealer bullion di Chennai mengatakan, toko perhiasan saat ini mengalami penurunan jumlah pengunjung yang cukup tajam. Konsumen ritel dinilai masih kesulitan membaca arah pergerakan harga emas sehingga memilih menunggu di luar pasar.
Harga emas domestik India pada Jumat (29/5/2026) kembali bergerak naik setelah sebelumnya turun ke level 153.451 rupee per 10 gram pada sesi sebelumnya, yang merupakan posisi terendah dalam dua pekan terakhir.
Dealer di Mumbai yang bekerja sama dengan bank importir bullion swasta mengatakan sentimen pasar memburuk setelah pemerintah menaikkan bea impor emas. Para pelaku usaha perhiasan juga disebut semakin berhati-hati dan enggan menambah stok.
Awal bulan ini, India menaikkan tarif impor emas dan perak menjadi 15% dari sebelumnya 6%.
Di China sebagai konsumen emas terbesar dunia, emas fisik diperdagangkan dengan premi US$ 9 hingga US$ 12 per ons dibanding harga acuan global. Angka tersebut lebih rendah dibanding pekan lalu yang berada di kisaran US$ 10 hingga US$ 20 per ons.
Pasar Emas Asia