Pakar Optimis Harga Emas Bisa Naik Kencang Segini

Heboh Temuan Emas Ilegal

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Sebuah studi oleh organisasi nirlaba, Greenpeace menemukan bahwa emas senilai miliaran dolar telah diekstraksi secara ilegal dari hutan hujan Amazon di Brasil.

Peredaran emas ilegal tersebut terjadi meskipun ada upaya dari pemerintah Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva untuk menindak tambang tidak berizin.

Pada tahun 2023, pemerintah Presiden Lula menggencarkan upaya memberantas penambangan emas ilegal dari tanah adat dan kawasan lindung.

Kemudian pada 2025 lalu, Kepolisian Federal Brasil menyita rekor 447 kg (985 pon) emas hasil tambang ilegal.

Namun, ketika harga emas mencapai rekor tertinggi di tengah ketidakstabilan geopolitik, studi Greenpeace mencatat bahwa para penambang menggunakan perizinan dari tempat-tempat yang tidak memiliki aktivitas penambangan untuk memalsukan asal emas hasil tambang ilegal tersebut.

“Selama masih memungkinkan untuk mencuci emas menggunakan izin pertambangan, akan ada perluasan aktivitas di Amazon,” kata juru bicara Greenpeace Brasil, Danicley Aguiar, dikutip dari Yahoo! News, Sabtu (30/5/2026).

Greenpeace menganalisis 187 area hutan dengan izin penambangan emas yang dikeluarkan oleh badan pertambangan Brasil, ANM, di dekat tanah adat dan kawasan lindung di Amazon.

Organisasi itu menemukan bahwa 98 di antaranya tidak menunjukkan tanda-tanda aktivitas pertambangan.

Namun, penyimpangan perizinan dari area tersebut digunakan untuk membenarkan penjualan 26,8 metrik ton emas senilai sekitar US$ 3,88 miliar antara tahun 2018 dan Maret 2026.

Sementara itu, tidak diketahui secara jelas asal emas tak berizin tersebut, tetapi para peneliti dan penyelidik melaporkan bahwa sebagian besar diekstraksi dari kawasan lindung dan tanah adat di wilayah suku Kayapo di negara bagian Para, Brasil.

Sementara itu, ANM mengatakan bahwa pihaknya tengah meninjau laporan Greenpeace.

Share