Jakarta, Detiktoday.com – Dalam momentum Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026, Ketua PP GNTI Bidang Nelayan, Sarana & Prasarana, Masady Manggeng, menegaskan bahwa makna sila ke-5 Pancasila, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, harus benar-benar dirasakan oleh nelayan dan masyarakat pesisir.
Menurutnya, hingga hari ini pembangunan nasional masih lebih banyak berorientasi pada daratan, sementara wilayah pesisir dan sektor kelautan sering berada di pinggir perhatian. Padahal Indonesia merupakan negara kepulauan dengan sebagian besar wilayahnya adalah laut.
“Nelayan juga berhak menikmati kue pembangunan nasional secara adil. Jangan sampai laut menjadi sumber kekayaan bangsa, tetapi masyarakat pesisir justru tertinggal di negerinya sendiri,” ujar Masady.
Baca: Ganjar Pranowo Tegaskan Komitmennya Untuk Berantas KKN
Ia menjelaskan bahwa laut merupakan sumber ekonomi nasional, mulai dari perikanan, perdagangan, transportasi laut, pariwisata bahari, energi, hingga potensi pengembangan bioteknologi kelautan di masa depan.
Karena itu, keberpihakan terhadap nelayan harus menjadi bagian penting dalam pembangunan nasional.
Masady juga mengingatkan pandangan Presiden pertama Republik Indonesia Irm Soekarno, yang pernah menggambarkan nelayan sebagai kelompok yang kaya akan sumber daya, tetapi sering hidup dalam keterbatasan.
“Nelayan adalah manusia yang paling kaya, tetapi juga paling miskin. Mereka kaya dengan ikan, tetapi miskin dengan uang.” Bung Karno.
Baca: Ganjar Dukung KPK Perketat Syarat Pemimpin
Selain itu, ia turut mengapresiasi pandangan Presiden ke-5 Republik Indonesia Prof. Dr. (Hc.) Hj. Megawati Soekarnoputri yang selama ini menekankan pentingnya geopolitik kelautan Indonesia sebagai negara maritim. Menurut Masady, pandangan tersebut menegaskan bahwa laut bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga menyangkut kedaulatan, posisi strategis Indonesia di dunia, serta masa depan bangsa.
“Jika laut dikelola dengan baik, maka Indonesia bukan hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga kuat secara geopolitik dan kedaulatan,” katanya.
Menurutnya, keadilan sosial bagi nelayan harus diwujudkan melalui perlindungan wilayah tangkap, akses BBM yang terjangkau, harga hasil tangkapan yang layak, pembangunan infrastruktur pesisir, pendidikan anak-anak nelayan, hingga keberlanjutan sumber daya laut bagi generasi masa depan.
“Laut bukan hanya pemersatu bangsa, tetapi juga sumber kemakmuran dan kedaulatan Indonesia. Karena itu, negara harus lebih serius menghadirkan pembangunan yang berkeadilan sampai ke pesisir,” tegasnya.
MERDEKA!