JAKARTA, Detiktoday.com – Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) secara valuasi sedang murah-murahnya, dengan return on equity (ROE) yang baik. Potensi cuan saham DEWA terbilang jumbo.
DEWA merupakan salah satu saham berkapitalisasi pasar menengah (mid cap). Berdasarkan data di Stockbit Sekuritas, yang diakses pada Senin (1/6/2026), rasio PE saham DEWA saat ini (trailing twelve months/TTM) tergolong sangat murah sebesar 3,1 kali.
Pada perdagangan Jumat (29/5/2026), saham Darma Henwa (DEWA) ditutup menguat 1,2% ke level Rp 334. Dalam sepekan terakhir, DEWA terpangkas 11,6% dan sebulan anjlok 33,8%. Selama year to date (ytd), DEWA ambrol 50,1%.
Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya mempertahankan rekomendasi buy saham DEWA dengan target harga Rp 610. Ini mengindikasikan potensi cuan jumbo hingga 82,6%.
Target harga saham DEWA tersebut berdasarkan metode SOTP bisnis kontraktor dan mineral, dalam hal ini emas. BRI Danareksa Sekuritas memvaluasi bisnis kontraktor batu bara dengan estimasi EV/EBITDA 2027 sebesar 7,7 kali, sedangkan mineral 1 kali nilai buku.
Risiko saham ini adalah penundaan kontrak baru, tarif yang lebih rendah dari produksi, serta eksekusi pengembangan proyek mineral.
Sebaliknya, katalis penguatan datang dari penambangan kontrak baru, terutama dari ekosistem Grup Bumi dan pengumuman cadangan Gayo Mineral.
Di sisi lain, Darma Henwa (DEWA) sedang mengkaji pendanaan pengembangan proyek tambang emas anak usahanya, PT Gayo Mineral Resources, mulai dari pinjaman bank, IPO saham, hingga penerbitan obligasi.
Saat ini, DEWA telah memasuki fase eksplorasi tahap II Gayo Mineral, sedangkan tahap III ditargetkan tuntas pada 2027. EPC tambang ini ditargetkan mulai tahun 2028.
Namun, DEWA belum memberikan waktu persis pengumuman sumber daya dan cadangan tambang tersebut. BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan DEWA masih menunggu hasil eksplorasi tahap III, sebelum memberikan gambaran lebih jelas.