Bocah Jatuh ke Kandang Gajah Ragunan, Kenneth Minta Evaluasi Total, Jangan Demi Konten Abaikan Nyawa!

Bocah Jatuh ke Kandang Gajah Ragunan, Kenneth Minta Evaluasi Total, Jangan Demi Konten Abaikan Nyawa!

Share
Share

Jakarta, Detiktoday.com – Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, mendesak manajemen Taman Margasatwa Ragunan (TMR) untuk melakukan evaluasi total terhadap sistem keamanan dan keselamatan pengunjung. 

Desakan ini buntut dari insiden viral seorang anak yang terjatuh ke dalam parit area kandang gajah.

“Kami meminta evaluasi dilakukan secara objektif dan menyeluruh. Fokusnya bukan mencari siapa yang salah, melainkan menemukan akar persoalan agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Kenneth di Jakarta, Senin (1/6).

Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa keselamatan ribuan warga, terutama anak-anak yang memadati Ragunan setiap harinya, tidak boleh dikompromikan. Ia pun meminta pihak manajemen segera melakukan investigasi internal secara transparan terkait kronologi dan celah pengamanan yang ada.

Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur

Kenneth meminta pemeriksaan menyeluruh dilakukan pada seluruh aspek pengamanan fisik di area berisiko tinggi. Mulai dari pagar pembatas berlapis, jalur pengunjung, titik observasi satwa, hingga jumlah personel di lapangan.

“Jika ditemukan ada pagar yang tidak standar, celah pengamanan, atau titik rawan yang membuat pengunjung bisa mendekati area satwa secara berbahaya, perbaikan harus segera dilakukan saat ini juga, jangan tunggu ada korban berikutnya,” tegas Kenneth.

Selain infrastruktur, ia juga meminta penambahan jumlah petugas pengawas (ranger) di titik-titik krusial, terutama saat akhir pekan dan musim liburan sekolah ketika terjadi lonjakan pengunjung.

Di sisi lain, Kenneth menyoroti fenomena mengkhawatirkan di mana sebagian masyarakat kerap mengabaikan keselamatan demi mendapatkan foto atau video menarik untuk media sosial. Tren kejar tayang konten ini dinilai memicu tindakan nekat yang membahayakan nyawa di kawasan konservasi.

Baca: Ganjar Ajak Kader Banteng NTB Selalu Introspeksi Diri

“Terlepas dari apa pun motif insiden kemarin, di era media sosial saat ini, masyarakat harus lebih bijak. Pagar pembatas dan rambu keselamatan itu dibuat untuk melindungi manusia dan satwa, bukan pajangan,” kata Kenneth mengingatkan.

Ia juga mengimbau para orang tua agar memberikan pengawasan melekat kepada anak-anak mereka, khususnya saat berada di area satwa besar.

Sebelumnya, jagat maya dihebohkan oleh rekaman video yang menunjukkan seorang anak berpakaian merah terjatuh ke dalam parit pembatas di area kandang gajah Ragunan, Minggu (31/5/2026).

Dalam video tersebut, sejumlah pengunjung dewasa dengan sigap melompati pagar pembatas luar untuk mengulurkan tangan dan mengevakuasi anak tersebut dari dalam parit. Beruntung, anak tersebut berhasil diselamatkan sebelum mendekat ke arah satwa.

Share