Peringati Hari Lahir Pancasila, Kariyasa Adnyana Ajak 'Wong Cilik' Bumikan Toleransi

Peringati Hari Lahir Pancasila, Kariyasa Adnyana Ajak ‘Wong Cilik’ Bumikan Toleransi

Share
Share

Buleleng, Detiktoday.com  – Momentum peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni menjadi potret kedekatan PDI Perjuangan dengan rakyat kecil di Kabupaten Buleleng. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Buleleng menggelar upacara bendera khidmat di Sekretariat Partai, Senin (1/6), dengan menggandeng langsung masyarakat bawah.

Tokoh senior PDI Perjuangan Buleleng yang juga Anggota DPR RI Dapil Bali, I Ketut Kariyasa Adnyana, bertindak langsung sebagai pembina upacara. Kehadiran elemen masyarakat seperti nelayan, pedagang, petani, hingga pecalang di tengah-tengah barisan pengurus DPC menjadi pemandangan menarik sekaligus penegas ideologi partai.

Baca: Program Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana Bukan Janji Doang

Usai upacara, Kariyasa Adnyana menegaskan bahwa pelibatan masyarakat dalam agenda ini merupakan bukti nyata bahwa PDI Perjuangan selalu berdiri bersama kaum wong cilik. Sebagai bentuk kepedulian konkret di tengah situasi bangsa saat ini, Kariyasa juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga yang hadir.

“Pancasila adalah landasan negara dan pemersatu bangsa. Momentum ini kami manfaatkan untuk memberikan perhatian tulus kepada wong cilik. Bantuan sembako ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban ekonomi mereka,” ujar Kariyasa.

Lebih lanjut, legislator senayan ini memaparkan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan upaya aktif untuk membumikan nilai-nilai Pancasila di akar rumput. Ia mengingatkan amanat Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, agar seluruh kader menjaga api Pancasila agar tidak terdegradasi oleh kepentingan tertentu.

“Semangat Pancasila yang diamanatkan oleh Ibu Ketua Umum kepada kadernya adalah bergerak langsung di bawah untuk membumikan nilai-nilai tersebut di tengah masyarakat,” imbuhnya.

Baca: Ganjar Beri Kunci Untuk Dapatkan Pekerjaan Bagi Generasi Muda

Kariyasa juga menyoroti bagaimana nilai Pancasila, khususnya sila pertama, telah mengakar kuat dalam kehidupan beragama masyarakat Buleleng dan Bali pada umumnya. Hal ini tecermin dari indahnya toleransi saat beberapa hari raya keagamaan jatuh dalam waktu yang berdekatan.

“Kita bisa melihat bagaimana Hari Raya Nyepi yang berdekatan dengan Idulfitri dapat berjalan dengan sangat damai. Begitu pula saat Hari Raya Iduladha yang berdekatan dengan Waisak, semua bisa berdampingan dengan indah,” ungkapnya.

Menurut Kariyasa, harmoni tersebut menjadi bukti sahih bahwa masyarakat telah mengimplementasikan Pancasila secara nyata dalam kehidupan sehari-hari tanpa adanya gesekan.

Share