JAKARTA, Detiktoday.com – Harga Bitcoin (BTC) ambruk 6% pada Rabu (3/6/2026) pagi. Tekanan jual yang masif, meningkatnya realisasi kerugian investor, serta gelombang likuidasi di pasar derivatif memicu kekhawatiran bahwa aset kripto terbesar di dunia itu berpotensi menguji level psikologis US$ 60.000.
Berdasarkan data CoinMarketCap pada pukul 06.55 WIB, kapitalisasi pasar kripto global ambles 2,29% menjadi US$ 2,29 triliun. Sementara itu, harga Bitcoin (BTC) anjlok 6,54% ke level US$ 66.683 per koin atau sekitar Rp 1,19 miliar (kurs Rp 17.870 per dolar AS).
Indeks CoinDesk 20 yang mencerminkan kinerja 20 aset kripto terbesar juga terpangkas 6,82%. Ethereum terjun 7,15% menjadi US$ 1.858, Binance Coin (BNB) terkoreksi 6,03% ke US$ 650, XRP merosot 6,55% ke US$ 1,21, Solana (SOL) ambruk 8,55% menjadi US$ 74,14, Dogecoin (DOGE) ambrol 8,1% ke US$ 0,09.
Dikutip dari CoinTelegraph, tekanan jual masif kembali menghantam pasar kripto setelah harga Bitcoin (BTC) turun di bawah level US$ 67.000. Sejumlah indikator on-chain menunjukkan investor jangka pendek mulai merealisasikan kerugian dalam skala besar, memicu kekhawatiran pasar memasuki fase kapitulasi baru.
Analis CryptoQuant Amr Taha mengungkapkan bahwa tingkat realisasi kerugian pemegang Bitcoin jangka pendek (short-term holders/STH) kini mencapai level tertinggi sejak Februari 2026.
Data menunjukkan aliran Bitcoin dari investor jangka pendek ke Binance mencatat posisi negatif 16.400 BTC pada 2 Juni. Angka tersebut merupakan yang terdalam sejak awal Februari. Sementara secara keseluruhan, kerugian investor jangka pendek di seluruh bursa mencapai sekitar 38.700 BTC.
Kondisi ini mengindikasikan banyak investor yang membeli Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir mulai keluar dari pasar dalam posisi rugi. Periode realisasi kerugian besar seperti ini biasanya muncul saat investor panik dan memilih menjual aset setelah terjadi penurunan harga yang tajam.
Tidak hanya investor ritel, pelaku pasar berukuran menengah juga terlihat mulai memindahkan aset ke bursa kripto. Binance mencatat arus masuk sekitar 8.400 BTC dari investor menengah pada 2 Juni, tertinggi sejak Februari lalu.
Bitcoin Masih Rentan