Jarang-jarang Saham BBCA Kaya Gini

Jarang-jarang Saham BBCA Kaya Gini

Share
Share

‎JAKARTA, Detiktoday.com – Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA anjlok 5,15% ke Rp 5.525 pada akhir perdagangan Rabu (3/6/2026) kemarin. Itu merupakan level terendahnya dalam lima tahun terakhir.

‎‎Sebanyak 353,33 juta saham Bank Central Asia diperdagangkan, frekuensi 87.295 kali, dan nilai transaksi Rp 1,99 triliun.

Investor asing deras menjual saham BBCA dengan membukukan net sell mencapai Rp 686,16 miliar.

‎‎Saham Bank Central Asia berbalik arah usai sempat melompat 2,19% pada 2 Juni.

Net sell asing ganas dalam 4 hari bursa terakhir, mencapai Rp 3,04 triliun pada 26 Mei 2026 sampai 3 Juni 2026. Dalam sepekan, saham BBCA merosot 7,53%.

‎‎Secara valuasi, saham BBCA makin atraktif. Mengacu data Stockbit Sekuritas, rasio price to book value (PBV) BBCA di 2,63 kali, di bawah -2 PBV standard deviation BBCA  3 tahun terakhir 2,95 kali.‎

‎Sedangkan price earning ratio (PER) 11,73 kali (TTM), juga di bawah -2  PE standard deviation BBCA 3 tahun terakhir 13,8 kali.

Tentu valuasi saham BBCA bisa semurah sekarang ini jarang-jarang terjadi.

CGS International Sekuritas melihat saham BBCA masih bisa bergerak turun pada Kamis (4/6/2026) dengan support pertama 5.425 serta support kedua 5.325. Tapi, ada peluang BBCA melompat dengan resistance pertama di 5.725 serta resistance kedua 5.925.

Saham BBCA jatuh kemarin sejalan dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang melorot 4,11% ke 5.941.

Menurut Phintracor Sekuritas, tekanan pada IHSG antara lain disebabkan oleh berlanjutnya pelemahan rupiah sebesar 0,71% hingga Rp 17.966/USD pada 3 Juni. Selain itu, harga minyak yang kembali naik juga memicu kecemasan peluang bagi BI untuk kembali menaikkan BI Rate pada tahun ini, apalagi jika rupiah berlanjut melemah.

Share