Jakarta, Detiktoday.com – Komisi X DPR RI mengingatkan pemerintah agar tidak tergesa-gesa menggulirkan wacana pembentukan UU Museum maupun revisi UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Masalah utama sektor kebudayaan dan permuseuman saat ini dinilai bukan karena kurangnya regulasi, melainkan lemahnya eksekusi aturan yang sudah ada.
Kritik tersebut dilayangkan oleh Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panitia Kerja (Panja) Perlindungan dan Pemanfaatan Cagar Budaya di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
”Kalau bicara revisi Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan, saya pikir jangan buru-buru. Yang lebih penting saat ini adalah memastikan kebijakan yang sudah ada dijalankan secara konsisten,” ujar Bonnie.
Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini menilai, masih banyak program strategis di bidang kebudayaan yang pelaksanaannya jauh dari kata optimal. Dibanding sibuk memproduksi pasal-pasal baru, evaluasi total terhadap efektivitas kebijakan berjalan justru jauh lebih mendesak.
Bonnie mencontohkan salah satu instrumen yang perkembangannya mandek di lapangan, yaitu Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD).
”Sampai hari ini, masih banyak kebijakan yang belum dijalankan secara konsisten. PPKD misalnya, perlu dilihat kembali sejauh mana implementasinya berjalan,” cetus sejarawan tersebut.
Baca: Ganjar Ajak Kader PDI Perjuangan Perkuat Demokrasi
Selain menyentuh aspek regulasi, Bonnie juga membedah potret buram manajemen permuseuman di Indonesia. Menurutnya, pembenahan museum harus dilakukan secara menyeluruh (holistik), mulai dari kualitas tata kelola, keterbatasan fasilitas pendukung, hingga fungsi edukasi.
Tantangan terbesar hari ini adalah bagaimana meningkatkan keterlibatan publik agar museum tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan barang antik, melainkan ruang hidup untuk memproduksi pengetahuan.
”Jadi, fokus bersama kita adalah memastikan kebijakan yang ada benar-benar bekerja di lapangan. Dengan begitu, penguatan museum dan pemajuan kebudayaan bisa berjalan jauh lebih efektif,” pungkas Bonnie.