Detiktoday.com,KAPUAS HULU – Bayangkan urus paspor sambil lihat suasana HUT kota. Nggak perlu cuti kerja, nggak perlu antre panjang di kantor. Itu yang dirasakan warga Kapuas Hulu saat Kantor Imigrasi Kelas III TPI Putussibau menggelar layanan paspor keliling di Halaman Gedung Pelayanan Satu Atap SATAP.
Kegiatan ini digelar 3 hari penuh, 5 Juni 2026 sampai 7 Juni 2026, sebagai kado khusus menyambut Hari Ulang Tahun Kota Putussibau ke-131.
Ini bukan sekadar pelayanan. Ini strategi Imigrasi mendekatkan negara ke masyarakat perbatasan. Dengan konsep “jemput bola”, Imigrasi Putussibau memecah tembok birokrasi dan bikin urus dokumen perjalanan jadi semudah beli tiket konser.
Selama 3 hari, meja layanan Imigrasi di halaman SATAP buka nonstop. Petugas melayani 2 jenis permohonan yang paling banyak dibutuhkan warga
1. Paspor baru – buat pelajar, pekerja, hingga warga yang baru pertama kali mau ke Malaysia/Brunei
2. Penggantian paspor – karena masa berlaku habis, halaman penuh, atau kondisi rusak
Lokasi SATAP dipilih karena titik pusat. Warga dari Putussibau Kota, Seberuang, Selimbau, bahkan kecamatan hulu bisa menjangkau tanpa transit berkali-kali. Ditambah jadwalnya jatuh di akhir pekan dan hari libur, antrean lancar, warga senang.
“Biasanya kalau urus paspor harus izin kantor, ngantri dari subuh. Sekarang Sabtu-Minggu bisa sekalian. Anak sekolah libur, orang tua juga libur. Praktis banget,” kata salah satu pemohon warga Putussibau Utara.
Petugas Imigrasi nggak hanya duduk di balik komputer. Mereka aktif kasih edukasi langsung ke warga yang datang. Materinya penting dan sering jadi masalah
– Syarat lengkap biar berkas nggak ditolak bolak-balik
– Masa berlaku 10 tahun untuk WNI dewasa, sesuai aturan terbaru
– Biaya resmi PNBP Rp350 ribu untuk paspor 48 halaman biasa. Imigrasi tekankan tidak ada biaya tambahan, waspada calo
– Inovasi layanan digital seperti aplikasi M-Paspor untuk daftar online, layanan Eazy Passport ke desa, dan antrean berbasis kuota
Tujuannya jelas memotong jalur pungli, meningkatkan literasi keimigrasian, dan bikin masyarakat Kapuas Hulu melek prosedur resmi.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas III TPI Putussibau Uray Aliandri menegaskan, kehadiran layanan ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah.
“Melalui layanan paspor yang kami hadirkan di SATAP Kapuas Hulu ini, semoga masyarakat dapat merasakan kemudahan dalam mengakses layanan keimigrasian. Momentum HUT Kota Putussibau ke-131 juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat melalui pelayanan publik yang semakin berkualitas, profesional dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” ujar Uray Aliandri.
Bagi Uray, paspor adalah pintu. Pintu untuk kuliah S2 di luar negeri, kerja ke Malaysia, umroh, atau sekadar wisata. Kalau pintunya mudah dibuka, maka mimpi warga perbatasan untuk “mendunia” jadi lebih nyata.
Lebih dari urusan dokumen, kegiatan ini jadi bentuk dukungan Imigrasi terhadap pembangunan daerah. Kualitas pelayanan publik yang cepat, transparan, dan ramah adalah fondasi utama pemerintahan yang baik.
“Ke depan, layanan seperti ini akan terus kami kembangkan. Harapannya bisa memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan menjadi bagian dari peningkatan kualitas pelayanan prima yang berorientasi pada kepuasan masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu,” tambah Uray.
Selain itu, di usia 131 tahun, Putussibau tidak hanya pesta kembang api dan karnaval. Tapi juga pesta pelayanan. Saat warga merayakan ulang tahun kota, Imigrasi memastikan mereka juga merayakan kemudahan mengakses hak dasar: dokumen perjalanan.
“Layanan paspor keliling ini jadi bukti. Birokrasi bisa berubah. Dari yang dulu ditakuti, sekarang didekati. Dari yang dulu ribet, sekarang simpel. Dan semua itu demi satu tujuan: masyarakat Kapuas Hulu yang lebih berdaya dan terhubung ke dunia, “tutup Uray Aliandri. (*)