JAKARTA, Detiktoday.com – Harga emas berpotensi menghadapi tekanan lebih dalam dalam jangka pendek setelah menembus sejumlah level teknikal penting. Bahkan, sejumlah pakar memperkirakan emas dapat menguji area support psikologis US$ 4.000 per ons troi apabila data inflasi Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan kenaikan yang lebih tinggi dari perkiraan pasar.
Harga emas hari ini terlihat turun tipis 0,05% ke level US$ 4.327,87 per ons troi saat berita ditulis. Harga emas spot sempat ditutup naik tipis 0,02% menjadi US$ 4.329,98 per ons troi pada Senin (8/6/2026), setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 23 Maret di US$ 4.268,39 per ons troi.
Dikutip dari Kitco, analis Pasar FOREX.com Fawad Razaqzada mengatakan, prospek teknikal emas memburuk setelah aksi jual tajam pada pekan lalu membuat harga menembus rata-rata pergerakan 200 hari (200-day moving average), yang selama ini menjadi salah satu indikator penting arah tren jangka panjang.
Menurut dia, kegagalan harga emas bertahan di atas level US$ 4.500 per ons troi telah membuka ruang koreksi yang lebih dalam. “Gambaran teknikal emas telah memburuk secara signifikan setelah aksi jual pekan lalu. Kegagalan mempertahankan kenaikan di atas area US$ 4.500 membuat pasar rentan terhadap koreksi lanjutan,” ujar Razaqzada dalam laporannya.
Razaqzada menjelaskan, support utama berikutnya berada di sekitar US$ 4.230 per ons troi. Jika area tersebut gagal dipertahankan, harga emas berpotensi bergerak menuju level terendah Maret di kisaran US$ 4.100 per ons troi sebelum menguji support psikologis penting di US$ 4.000 per ons troi.
Menurut Razaqzada, risiko tersebut semakin meningkat menjelang rilis data Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) AS yang dijadwalkan pekan ini.
Pasar saat ini memperkirakan inflasi inti AS naik 2,9% secara tahunan. Jika angka aktual lebih tinggi dari ekspektasi, peluang The Fed mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama akan semakin besar.
“Data inflasi yang lebih kuat berpotensi memperkuat dolar AS sekaligus memberikan tekanan tambahan terhadap harga emas,” katanya.
The Fed Jadi Penentu