JAKARTA, Detiktoday.com – Rapat umum pemegang saham (RUPS) PT Antam Tbk (ANTM) pada Rabu (10/6/2026) menyetujui rencana pembagian total dividen tahun buku 2025 sebesar Rp 5 triliun.
Rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio/DPR) ANTM tahun buku 2025 tersebut sebesar 70% dibandingkan tahun buku 2024 yang mencapai 100%.
“Jumlah tersebut mengindikasikan dividen Rp 210/saham dan yield dividen sekitar 7,2% – berdasarkan harga saham ANTM pada intraday Rabu (10/6) di level Rp 2.930,” ungkap Stockbit Group dalam catatannya, Rabu (10/6/2026).
Adapun cum date dan tanggal pembayaran dividen Antam (ANTM) ini belum diumumkan. Pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, saham ANTM anjlok 4,5% ke level Rp 2.750.
Sementara itu, kalangan analis menilai Antam (ANTM) memiliki target operasional 2026 yang lebih jelas serta agresif.
ANTM telah mengamankan sepenuhnya kuota bijih nikel sebesar 18,1 juta wmt. ANTM juga berupaya untuk agresif agar volume penjualan emas bisa menyamai rekor tertinggi sepanjang masa, yang pernah tercipta pada 2024 sebanyak 1,4 juta oz.
“Itu memberikan visibilitas yang kuat terhadap pendapatan ANTM tahun ini,” tulis tim riset Kiwoom Sekuritas Indonesia dalam ulasannya.
Kiwoom Sekuritas kembali menegaskan rekomendasi beli saham ANTM. Target harga saham ANTM dipatok sebesar Rp 4.800.
Target harga tersebut dihitung menggunakan pendekatan valuasi gabungan, yaitu 60% DCF (discounted cash flow) dan 40% EV/EBITDA.
Valuasi saham ANTM tergolong masih menarik, dengan proyeksi rasio P/E 2026 sebesar 12,9 kali dan P/BV mencapai 2,9 kali. Valuasi ini wajar karena didukung oleh estimasi ROE (return on equity) yang kuat sebesar 22,6%.
Adapun risiko utamanya meliputi gangguan pasokan, kenaikan biaya bahan bakar, serta volatilitas harga emas global yang lebih luas.
Pada 2025, ANTM mencetak pertumbuhan kinerja yang sangat kuat. ANTM membukukan lonjakan laba bersih sebesar 98% secara tahunan menjadi Rp 7,2 triliun. Hal itu didukung oleh kenaikan pendapatan sebesar 22% menjadi Rp 84,6 triliun.
Meskipun basis pendapatan pada kuartal IV-2025 lebih rendah, Antam (ANTM) tetap mampu mencatatkan margin laba kotor (gross profit margin/GPM) yang sangat baik sebesar 21,38% – sehingga menghasilkan laba bersih kuartalan yang solid sebesar Rp 1,23 triliun.