Koreksi Harga Emas Picu Harapan Kenaikan Permintaan

Negara Ini Berpeluang Jadi Pusat Perdagangan Emas ASEAN

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Singapura dinilai memiliki peluang untuk menjadi pusat kliring dan distribusi netral emas di Asia Tenggara.

Dikutip dari The Business Times, Minggu (14/6/2026) pengamat industri mengungkapkan bahwa Singapura dapat menjadi pusat perdagangan emas di Asia Tenggara seiring pengetatan kebijakan ekspor impor emas di negara tetangganya.

Salah satunya, Malaysia mengenakan bea masuk 10% untuk pengiriman emas batangan, yang menjadi standar grosir untuk bank sentral. Ada juga bea ekspor emas di Indonesia dalam langkah menggencarkan industrialisasi hilir di sejumlah komoditas.

“Pergeseran kebijakan baru-baru ini di ASEAN menciptakan peluang bagi Singapura untuk memposisikan diri sebagai pusat regional yang stabil untuk arus emas,” kata Robin Tsui, ahli strategi emas Asia-Pasifik di State Street Investment Management.

“Pergeseran ini memperkuat alasan mengapa membangun infrastruktur emas dan kedalaman pasar Singapura merupakan prioritas, bukan sekadar pilihan. Kebijakan perdagangan terbuka di Singapura dapat memfasilitasi ambisi sebagai pusat kliring dan mungkin juga sebagai pusat ekspor ulang pilihan untuk emas di ASEAN,” bebernya.

Adapun analis pasar senior di Phillip Nova, Priyanka Sachdeva mengatakan bahwa kekuatan Singapura terletak pada upayanya untuk melampaui reputasinya sebagai tempat penyimpanan yang aman dan menjadi pasar tepercaya bagi aliran emas.

“Tantangannya bukanlah menarik investor ke Singapura, tetapi menciptakan kedalaman pasar dan inovasi produk yang cukup untuk memastikan mereka aktif berdagang, jika kita ingin bersaing dengan pusat emas yang lebih maju. Untuk memperdalam aliran modal, Singapura membutuhkan ekosistem yang lebih dinamis di sekitar emas yang disimpan, termasuk pinjaman dengan jaminan dan pembiayaan berbasis emas,” kata dia.

John Reade, ahli strategi pasar senior untuk Eropa dan Asia di World Gold Council, juga mencatat: “Pasar emas bukan hanya harga yang kita lihat di layar, seperti dalam perdagangan spot. Melainkan juga mtentang pasar berjangka, pinjaman, dan peminjaman aktif yang berjalan beriringan.”

Pada Maret 2026, Otoritas Moneter Singapura dan Asosiasi Pasar Emas Singapura mengumumkansedang berupaya memperdalam infrastruktur perdagangan emas di dalam negeri.

Salah satu area khusus yang menjadi fokus negara itu adalah menyediakan layanan penyimpanan untuk bank sentral asing, serta mengadopsi standar penyimpanan yang selaras secara internasional

Share