JAKARTA, Detiktoday.com – Rekomendasi untuk sektor komoditas dinaikkan menjadi overweight alias berpotensi memberikan kinerja lebih baik ketimbang pasar. ADRO, ANTM, HRTA, dan DSNG mendapat ‘angin buritan’ yang dapat mendorong kinerja maupun harga saham.
Analis MNC Sekuritas, Raka Junico W mengungkapkan bahwa kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran telah menurunkan harga minyak mentah ke bawah US$ 80 per barel, level terendah dalam tiga bulan terakhir.
Pasar juga mengantisipasi kembali bukanya Selat Hormuz sebagai jalur perdagangan energi utama dunia. “Kami menilai perkembangan ini dapat menjadi faktor penyangga bagi harga emas dan nikel,” tulis Raka dalam risetnya, Rabu (17/6/2026).
Sementara itu, fundamental sektor batu bara dan perkebunan tetap positif. China menambah kapasitas pembangkit listrik tenaga batu bara (PLTU) sebesar 78 gigawatt (GW) pada 2025, tertinggi dalam satu dekade terakhir.
Di sektor perkebunan, fenomena Super El Nino diperkirakan bakal memperketat pasokan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) pada 2027. Ini berpotensi mendorong harga CPO melampaui 5.500 ringgit Malaysia (MYR) per ton.
Karena itu, MNC Sekuritas menaikkan rekomendasi untuk sektor komoditas menjadi overweight dari sebelumnya netral. “Terbuka peluang re-rating untuk sektor komoditas, seiring meredanya risiko kebijakan, kesepakatan damai antara AS dan Iran, serta pelonggaran RKAB,” jelas Raka.
Pilihan utama (top picks) di sektor komoditas jatuh pada PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Antam Tbk (ANTM), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), dan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG).
Alamtri Resources Indonesia (ADRO) ditopang oleh model bisnis yang terdiversifikasi, serta eksposur yang terbatas terhadap risiko ekspor.
Sedangkan Antam (ANTM) didukung oleh prospek harga emas yang tetap positif. Hartadinata Abadi (HRTA) berkat eksposur yang tinggi terhadap harga emas, serta penjualan domestik yang tetap solid.
Adapun Dharma Satya Nusantara (DSNG) disokong oleh produktivitas yang unggul, serta orientasi penjualan yang kuat di pasar domestik.
Target Harga Saham