JAKARTA, Detiktoday.com – Pakar mengaku tetap optimis bahwa harga emas bisa kembali ke zona hijau dengan penguatan yang solid, didukung oleh tingginya minat di antara bank-bank sentral global untuk meningkatkan akumulasi logam mulia sebagai cadangan devisa.
Pengamat pasar komoditas, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa pembelian emas di antara bank-bank sentral global terus meningkat, dengan total pembelian pada Mei 2026 mencapai 244 ton.
Aksi beli terjadi di tengah penurunan harga emas, yang telah merosot pada minggu ketiga berturut-turut. Harga emas kemudian kembali rebound dengan penguatan 0,65% ke level US$ 4.187,47 per troy ounce pada Senin (22/6/2026).
“Pada kuartal pertama 2026, bank sentral global melakukan pembelian emas yang mencapai 244 ton. Tujuannya adalah untuk upaya dedolarisasi dan lindung nilai terhadap ketidakpastian geopolitik yang kemungkinan besar masih akan bergejolak baik di Timur Tengah maupun di Eropa Timur,” papar Ibrahim dalam keterangannya, dikutip pada Senin (22/6/2026).
Ibrahim menyoroti pembelian emas terbesar yakni bank sentral Polandia, di mana pada kuartal pertama 2026 mencapai 31 ton. Kemudian bank sentral Uzbekistan yang juga membeli 25 ton emas, bank sentral Kazakhstan 13 ton, terutama bank sentral China yang telah melakukan aksi beli selama 17 bulan berturut-turut.
Adapun proyeksi JP Morgan mengungkapkan bahwa pada 2026, dengan kondisi geopolitik dan perang dagang, pembelian bank sentral global diprediksi mencapai 900 ton.
“Karena permintaan cukup banyak, di sisi lain ketersediaan barangnya (emas) sedikit, sehingga ini hanya menunggu waktu yang tepat agar harga emas dunia kembali meloncat. Karena yang menahan laju penguatan harga emas saat ini adalah hambatan di Selat Hormuz kemudian kenaikan harga minyak akibat penurunan cadangan minyak Amerika Serikat serta kenaikan indeks dolar AS,” ungkap Ibrahim.
“(Dengan demikian) saya masih optimis bahwa ke depan harga emas masih akan terus mengalami penguatan,” sambungnya.
Ibrahim memproyeksikan harga emas masih bisa terkoreksi ke level support (batas bawah) pertama US$ 4.088 per troy ounce dan support kedua di US$ 3.859 per troy ounce.
“Apabila harga emas dunia menguat, kemungkinan level resistance (batas atas) pertama di US$ 4.243 per troy ounce. Apabila menguat kembali, resistance kedua di US$ 4.465 per troy ounce,” katanya.