JAKARTA, Detiktoday.com – Harga Bitcoin (BTC) naik tajam pada Selasa (23/6/2026) pagi. Namun, reli ke level US$ 70.000 masih tertahan oleh tekanan arus keluar ETF dan ketidakpastian makroekonomi global.
Berdasarkan data CoinMarketCap pada pukul 06.30 WIB, kapitalisasi pasar kripto global menguat 0,66% menjadi US$ 2,19 triliun. Sementara itu, harga Bitcoin (BTC) hari ini melesat 1,13% ke level US$ 63.952 per koin atau sekitar Rp 1,14 miliar (kurs Rp 17.863 per dolar AS).
Indeks CoinDesk 20 yang mencerminkan kinerja 20 aset kripto terbesar menguat 0,46%. Ethereum terkerek 1,28% menjadi US$ 1.726, Binance (BNB) meningkat 1,05% ke US$ 589, XRP malah menguat 0,37% ke US$ 1,12, dan Dogecoin (DOGE) terkerek 0,24% ke US$ 0,08. Sedangkan Solana (SOL) malah jatuh 0,8% menjadi US$ 71,86.
Dikutip dari CoinTelegraph, harga Bitcoin (BTC) bergerak menguat tipis di tengah meningkatnya optimisme pasar terhadap posisi leverage bullish. Namun, ruang penguatan jangka pendek menuju US$ 70.000 dinilai masih terbatas akibat tekanan dari arus keluar ETF dan risiko makroekonomi global.
Sentimen pasar kripto turut dipengaruhi pernyataan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance yang menyebut Selat Hormuz tetap terbuka seiring kemajuan pembicaraan dengan delegasi Iran di Swiss. Perkembangan ini menurunkan harga minyak Brent ke sekitar US$ 77,50 per barel, level terendah sejak Maret, dan ikut mempengaruhi sentimen aset berisiko termasuk Bitcoin.
Di pasar derivatif, tingkat pendanaan (funding rate) pada kontrak perpetual Bitcoin naik ke 7%, level tertinggi dalam hampir tiga minggu. Meski masih berada dalam zona netral, kenaikan ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap posisi long atau bullish.
Namun, optimisme tersebut belum sepenuhnya kuat. Permintaan opsi put (perlindungan penurunan) dilaporkan masih dua kali lebih besar dibanding opsi call, menandakan pasar tetap berhati-hati terhadap potensi koreksi.
Saham Teknologi AS Melemah