JAKARTA, Detiktoday.com – Ke mana arah harga emas dunia pada pekan depan? Pertanyaan itu kini menjadi perhatian pelaku pasar setelah logam mulia mengalami tekanan dalam beberapa pekan terakhir. Meski mayoritas analis masih melihat risiko penurunan, sebagian lainnya menilai harga emas mulai mendekati titik balik dan berpeluang bangkit.
Harga emas spot ditutup melesat 1,58% menjadi US$ 4.090,26 per ons troi pada Jumat (26/6/2026). Namun, sepanjang pekan ini, emas mencatatkan pelemahan sebesar 1,68%.
Dikutip dari Kitco News, survei mingguan Kitco News menunjukkan pandangan analis masih terbelah. Dari 18 analis Wall Street yang disurvei, sebanyak 44% memperkirakan harga emas akan melemah pada pekan depan. Sementara 28% memprediksi harga naik dan 28% lainnya memperkirakan pergerakan akan cenderung mendatar.
Sentimen serupa juga terlihat di kalangan investor ritel. Sebanyak 46% responden memperkirakan harga emas masih akan turun, sedangkan 37% optimistis logam mulia akan kembali menguat. Sisanya, sekitar 17%, memprediksi harga bergerak stabil.
Tekanan terhadap emas masih dipicu oleh kombinasi data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang relatif kuat, ekspektasi suku bunga tinggi The Fed, serta penguatan dolar AS yang mengurangi daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil.
Sepanjang pekan ini, harga emas sempat jatuh hingga menembus level psikologis US$ 4.000 per ons troi sebelum kembali pulih mendekati US$ 4.100 per ons troi pada penutupan perdagangan. Meski demikian, logam mulia tersebut masih mencatat penurunan mingguan untuk keempat kalinya secara berturut-turut.
Presiden Adrian Day Asset Management Adrian Day menilai, emas masih menghadapi tekanan jangka pendek. Menurut dia, peluang harga kembali menguji level terendah pekan ini masih terbuka sebelum akhirnya menemukan momentum untuk pulih.
Di sisi lain, analis senior Barchart.com Darin Newsom melihat peluang rebound mulai muncul. Ia menilai arus dana investor berpotensi kembali mengalir ke emas sebagai aset safe haven, terutama jika ketidakpastian ekonomi global masih tinggi dan bank-bank sentral terus meningkatkan cadangan emasnya.
Level Psikologis Kuat