Harga Emas Tergelincir Buntut Rilis Data Konsumen AS

Ramalan Harga Emas: JP Morgan Tertinggi, UBS Terendah

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Para analis di bank-bank ternama dunia mengeluarkan proyeksi yang beragam pada harga emas, setelah logam mulia tersebut memasuki tren yang fluktuatif di level US$ 4.100 per troy ounce.

Harga emas sendiri pada Jumat (3/7/2026) telah melonjak 1,38% ke level US$ 4.180,85 per troy ounce pada awal perdagangan dan sempat menyentuh level tertinggi sejak 23 Juni 2026. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus melejit 1,64% ke US$ 4.193 per troy ounce.

JP Morgan mengeluarkan proyeksi paling optimistis pada harga emas dalam jangka pendek dari US$ 5.708 menjadi US$ 5.243 per troy ounce.

Kemudian, untuk akhir tahun 2026, bank investasi asal Amerika Serikat itu juga mempertahankan proyeksi harga emas di level US$ 6.000 per troy ounce.

“Kami mempertahankan prospek bullish jangka menengah kami dan memperkirakan bahwa setelah ketidakpastian energi dan inflasi yang sangat besar mereda, permintaan emas dari investor dan bank sentral akan kembali meningkat selama paruh kedua tahun 2026,” kata para analis di JP Morgan, dikutip dari Mining.

Prospek optimistis harga emas juga dikeluarkan oleh bank asal Australia dan Selandia Baru, ANZ yang memprediksi harga emas di akhir 2026 berpeluang mencapai US$ 5.600 per troy ounce.

Adapun Goldman Sachs yang memprediksi harga emas hingga akhir 2026 bisa menyentuh level US$ 5.400 per troy ounce.

Selanjutnya, Morgan Stanley memproyeksikan harga emas bisa melampaui level US$ 5.000 hingga menembus US$ 5.200 per troy ounce di  2026.

Menurut Morgan Stanley, pembelian emas oleh bank sentral diperkirakan tetap berlanjut. Namun, faktor penentu utama untuk mendorong harga ke level lebih tinggi adalah kembalinya minat investor melalui ETF, yang sangat sensitif terhadap arah kebijakan Federal Reserve (The Fed), pergerakan dolar AS, dan real yield.

Di lain pihak, bank asal Jerman, Commerzbank dan bank asal Swiss, UBS memangkas target harga emas di 2026 karena ekspektasi suku bunga tinggi Amerika Serikat (AS) yang masih tinggi.

Commerzbank memangkan proyeksi harga emas pada akhir 2026 dari sebelumnya US$ 5.000 per troy ounce menjadi US$ 4.800 per troy ounce. Sedangkan UBS menurunkan perkiraan harga emas dunia sebesar US$ 300 – US$ 900 per troy ounce. 

“Harga emas mungkin akan terus bergerak menuju kisaran US$ 3.850-  4.000/troy ounce dalam waktu dekat,” ungkap para ahli strategi UBS, dikutip dari Investing.com.

Share