Imigrasi Hadir di Betang, PASPORRIA Sapa Warga Dayak di Rumah Betang Sungai Utik – Detiktoday.com

Imigrasi Hadir di Betang, PASPORRIA Sapa Warga Dayak di Rumah Betang Sungai Utik – Detiktoday.com

Share
Share

Detiktoday.com, PUTUSSIBAU – Tidak perlu lagi antre panjang di kantor dan menempuh perjalanan jauh ke kota. Kini, mengurus paspor bisa dilakukan sambil duduk di serambi Rumah Betang Sungai Utik.

Kantor Imigrasi Kelas III TPI Putussibau menghadirkan inovasi layanan PASPORIA – Paspor Ceria langsung ke tengah masyarakat adat. Program jemput bola ini resmi digelar di Rumah Betang Sungai Utik, Kabupaten Kapuas Hulu, sebagai bentuk nyata pelayanan yang hadir lebih dekat, lebih mudah, dan lebih manusiawi.

PASPORIA merupakan program dari Direktorat Jenderal Imigrasi yang menyasar pusat-pusat keramaian dan komunitas. Tujuannya memberikan kemudahan bagi masyarakat yang memiliki kesibukan di hari kerja maupun keterbatasan akses untuk datang ke kantor Imigrasi.

Pemilihan Rumah Betang Sungai Utik bukan tanpa alasan. Bagi masyarakat Dayak, Betang adalah pusat kehidupan, kebersamaan, dan interaksi sosial.

“Pemilihan Rumah Betang Sungai Utik sebagai lokasi kegiatan karena memiliki nilai penting sebagai ruang kehidupan, kebersamaan dan interaksi masyarakat setempat,”ungkap Budi Santoso, Kepala Sub Seksi Lalintalkim Kantor Imigrasi Kelas III TPI Putussibau. Selasa (11 Agustus 2026)

Lebih lanjut, Budi menegaskan bahwa kehadiran PASPORIA adalah wujud komitmen Imigrasi Putussibau.

“Ini merupakan wujud komitmen Imigrasi Putussibau dalam memberikan pelayanan yang semakin dekat dengan masyarakat. Dengan menghadirkan pelayanan di lokasi tersebut, kami berharap dapat membangun komunikasi yang lebih baik sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keimigrasian,” jelasnya.

Budi jelaskan, sejak pagi, petugas Imigrasi Putussibau telah membuka meja layanan di area Betang. Warga yang datang disambut ramah dan dipandu satu per satu.

“Dalam pelaksanaan PASPORIA ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan layanan pembuatan dan penggantian paspor, tetapi juga bisa berinteraksi langsung dengan petugas untuk konsultasi dan mendapatkan informasi keimigrasian, “terangnya.

Kemudian, petugas juga memberikan edukasi mengenai prosedur dan dokumen persyaratan permohonan paspor sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tujuannya agar masyarakat tidak bingung dan tidak tertipu calo.

“Suasana pun cair. Yang biasanya mengurus dokumen terasa kaku dan formal, kini berlangsung dengan nuansa kekeluargaan khas Dayak. Ada yang datang bersama keluarga, ada yang sambil menggendong anak, “ulas Budi.

Menurut Budi, bagi warga Kapuas Hulu, terutama yang tinggal di wilayah pedalaman, program ini sangat membantu.

“Jarak, waktu, dan biaya menjadi kendala yang kini bisa ditekan, “tutur Budi.

Tak hanya itu, Imigrasi Putussibau akan terus mengembangkan inovasi pelayanan yang responsif terhadap kebutuhan publik.

“Melalui PASPORIA ini diharapkan semakin banyak masyarakat dapat memperoleh layanan paspor dengan lebih mudah, sekaligus memperkuat kehadiran pelayanan keimigrasian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,”tutup Budi Santoso. (*)

Share