Ponorogo || Detiktoday.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Ponorogo pada pertengahan April lalu menyisakan cerita pilu bagi warga Desa Tempuran, Kecamatan Sawoo. Jembatan tua yang selama ini menjadi urat nadi penghubung aktivitas masyarakat tak mampu lagi bertahan. Tergerus derasnya air dan longsor, jembatan itu akhirnya ambrol dan putus total.
Sejak saat itu, bukan hanya sebuah bangunan yang hilang. Akses warga untuk beraktivitas sehari-hari ikut terputus. Anak-anak sekolah, petani, pedagang hingga warga yang hendak memenuhi kebutuhan sehari-hari harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh.
Jarak yang sebelumnya dekat berubah menjadi perjalanan yang melelahkan. Bagi sebagian warga, putusnya jembatan berarti bertambahnya waktu, biaya, dan kesulitan untuk menjalankan aktivitas.