Harga Emas Digital Hari Ini, Jumat 17 April 2026: Beda-beda

Ahli Bongkar Fakta Emas: Kuat, tapi Bisa Ambruk Jika Faktor Ini MelonjakAhli Bongkar Fakta Emas: Kuat, tapi Bisa Ambruk Jika Faktor Ini Melonjak

Share
Share

Melek memperkirakan, jika harga minyak melonjak hingga US$ 150 per barel, maka harga emas berpotensi terkoreksi hingga mendekati level support utamanya di area rata-rata 200 hari. Kondisi ini mencerminkan hubungan tidak langsung antara emas dan minyak, di mana lonjakan energi dapat memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi yang cenderung menekan daya tarik emas.

Meski menghadapi tekanan jangka pendek, Melek tetap optimistis terhadap prospek emas dalam jangka panjang. Ia memperkirakan harga emas berpotensi menembus US$ 5.000 per ons troi hingga akhir tahun, bahkan bisa mencapai kisaran US$ 5.200 jika kondisi mulai stabil.

Optimisme ini didorong oleh potensi meredanya krisis energi, penurunan tekanan inflasi, serta perubahan arah kebijakan bank sentral, khususnya The Fed, yang diperkirakan akan mulai lebih akomodatif.

Selain itu, faktor struktural seperti tingginya utang global, potensi pelemahan dolar AS, hingga tren de-dolarisasi juga dinilai akan kembali meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.

Melek juga melihat pola serupa pada perak. Dalam jangka pendek, kenaikan harga minyak dan tekanan inflasi berpotensi menekan aktivitas ekonomi global, sehingga menurunkan permintaan industri terhadap perak.

Namun, ketika krisis energi mulai mereda, pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan pulih dan kembali mendorong permintaan, sehingga membuka peluang kenaikan harga perak.

Share